Search for collections on Unika Repository

PUSAT KESEHATAN DAN EDUKASI UNTUK AUTISME DI BANDUNG: DESAIN PARAMETRIK UNTUK RUANG TRANSISI PUBLIK KE PRIVAT YANG RAMAH ANAK AUTIS

HUTAURUK, KEVIN DANIEL (2025) PUSAT KESEHATAN DAN EDUKASI UNTUK AUTISME DI BANDUNG: DESAIN PARAMETRIK UNTUK RUANG TRANSISI PUBLIK KE PRIVAT YANG RAMAH ANAK AUTIS. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
19.A1.0065- KEVIN DANIEL HUTAURUK-COVER_1.pdf

Download (907kB) | Preview
[img] Text
19.A1.0065- KEVIN DANIEL HUTAURUK-ISI_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
19.A1.0065- KEVIN DANIEL HUTAURUK-DAPUS_1.pdf

Download (828kB) | Preview
[img] Text
19.A1.0065- KEVIN DANIEL HUTAURUK-LAMP_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Anak-anak dengan autisme di Bandung menghadapi tantangan dalam mengakses fasilitas kesehatan dan edukasi yang responsif terhadap kebutuhan sensorik serta psikologis mereka. Minimnya ruang terapi yang dirancang khusus untuk mendukung proses transisi dari area publik ke private semakin memperumit adaptasi anak autis dalam lingkungan baru. Tugas akhir ini mengusulkan rancangan Pusat Kesehatan dan Edukasi Autisme di Bandung dengan menerapkan pendekatan desain parametrik untuk menciptakan ruang transisi yang dinamis, aman, dan sesuai karakteristik unik pengguna. Konsep desain berfokus pada penciptaan zona transisi bertahap dari area publik yang interaktif hingga ruang privat yang tenang melalui algoritma parametrik yang mengoptimalkan elemen pencahayaan, akustik, tekstur, dan tata letak. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas ruang, di mana setiap elemen dapat disesuaikan secara real-time berdasarkan respons sensorik anak, seperti pengaturan intensitas cahaya atau reduksi kebisingan. Material alami dan palet warna netral dipilih untuk meminimalkan stimulasi berlebih, sementara pola geometris pada dinding dan lantai dirancang untuk membimbing anak secara visual melalui perubahan ruang. Penelitian diawali dengan studi literatur mengenai kebutuhan sensorik anak autis, observasi fasilitas kesehatan eksisting di Bandung, serta wawancara dengan terapis, orang tua, dan pendidik. Hasilnya menunjukkan bahwa ruang transisi yang tidak terdefinisi dengan baik sering memicu kecemasan dan meltdown. Oleh karena itu, desain parametrik diimplementasikan untuk menghasilkan spatial configurations yang adaptif, seperti partisi modular dan jalur sirkulasi berkelanjutan yang menghubungkan zona bermain, terapi, edukasi, dan istirahat. Integrasi ruang edukasi keluarga dan area interaksi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari desain. Ruang edukasi dirancang dengan dinding akustik dan teknologi visual interaktif untuk memudahkan orang tua memahami metode terapi, sementara area sosial mengadopsi bentuk organik yang terinspirasi dari elemen alam sekitar Bandung, seperti kontur perbukitan, untuk menciptakan kesan familiar. Diharapkan, rancangan ini tidak hanya menjadi solusi arsitektural inklusif bagi anak autis, tetapi juga menginspirasi pendekatan desain adaptif di fasilitas publik lainnya. Keberhasilan ruang transisi parametrik dalam mengurangi sensory overload sekaligus meningkatkan kemandirian anak dapat menjadi acuan bagi pengembangan pusat layanan autisme berbasis teknologi di Indonesia. Kata Kunci: Autisme, Desain Parametrik, Ruang Transisi, Ramah Anak Autis, Bandung

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 500 Science
700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture
Depositing User: mr. Jodi Armanto
Date Deposited: 21 Jul 2025 05:47
Last Modified: 21 Jul 2025 05:47
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38203
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item