Search for collections on Unika Repository

DETEKSI CEMARAN MIKROPLASTIK PADA KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica F.) HIDROPONIK

SANDJAJA, JOSEPHINE NEDIVA (2024) DETEKSI CEMARAN MIKROPLASTIK PADA KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica F.) HIDROPONIK. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_COVER.pdf

Download (730kB) | Preview
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (659kB)
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (786kB)
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (655kB)
[img]
Preview
Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_DAFPUS.pdf

Download (872kB) | Preview
[img] Text
20.I1.0015-JOSEPHINE NEDIVA S_LAMP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Pencemaran mikroplastik telah menjadi isu global saat ini karena berukuran kecil dan berpotensi dalam merusak ekosistem lingkungan. Mikroplastik dapat mencemari tanaman pangan melalui air irigasi lalu masuk ke dalam sel biji, akar, batang, daun, serta buah yang bergantung pada ukuran partikel sehingga membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi. Beberapa studi menemukan terdapat plastik pada tanaman pangan yang dibudidayakan dengan metode hidroponik karena cemaran mikroplastik pada hidroponik memiliki bentuk dan ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan budidaya tanah. Hidroponik merupakan salah satu alternatif dalam membudidayakan sayuran jika memiliki lahan terbatas sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi. Objek penelitian ini adalah kangkung air karena merupakan sayuran yang sering dikonsumsi dan sering dibudidayakan dengan hidroponik. Kangkung air memiliki waktu tumbuh cepat sehingga dapat dijadikan sebagai objek penelitian mengenai cemaran mikroplastik terkait penanaman metode hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman hidroponik terhadap cemaran mikroplastik pada kangkung air hidroponik, mendeteksi dan melakukan karakterisasi (bentuk, ukuran, dan jenis) polimer cemaran mikroplastik dalam ketiga bagian kangkung air (akar, batang, dan daun), serta membandingkan level konsentrasi cemaran mikroplastik pada ketiga bagian kangkung air hidroponik. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan dari penanaman kangkung air pada hidroponik NFT, pengambilan sampel, ekstraksi mikroplastik pada sampel, deteksi dan identifikasi mikroplastik yang ditemukan (bentuk, ukuran, konsentrasi, dan jenis) dalam kangkung air, serta analisis data. Optimasi metode ekstraksi mikroplastik dilakukan dengan uji coba beberapa larutan dan modifikasi perlakuan dan konsentrasi. Metode utama untuk digesti sampel mikroplastik menggunakan larutan Fenton (Fe + H2O2 30%) dengan H2SO4 97%. Data karakteristik mikroplastik yang ditemukan ditampilkan secara deskriptif. Identifikasi jenis dan bentuk mikroplastik dilakukan dengan micro-FTIR sedangkan identifikasi ukuran dengan ImageJ. Teknik penanaman hidroponik dapat mencemari tanaman kangkung air karena peralatan yang digunakan mayoritas mengandung plastik dan dapat terdegradasi oleh air mengalir dan paparan sinar UV. Fragment dan film menjadi bentuk partikel yang mendominasi pada ketiga bagian sampel. Bentuk mikroplastik dapat bersumber dari pencemarnya, seperti peralatan hidroponik atau dari pencemaran udara. Kategori ukuran partikel yang mendominasi adalah 20-50 µm dan 51-100 µm. Ukuran besar yang ditemukan dapat berasal dari udara. Terdapat 16 jenis polimer yang ditemukan. FEP, PMP, Nylon, dan PVC adalah jenis polimer yang dominan pada keseluruhan sampel. Jenis polimer yang berbeda ditentukan berasal dari sumber plastik yang berbeda. Konsentrasi mikroplastik terbesar ditemukan pada daun (235.083 partikel/g wet basis), diikuti oleh akar (115.545 partikel/g wet basis), dan batang (109.612 partikel/g wet basis). Perbedaan konsentrasi dipengaruhi oleh mekanisme adsorpsi mikroplastik pada akar, batang, dan daun atau dari cemaran udara. Mikroplastik pada daun dan batang dapat membahayakan kesehatan karena kedua bagian tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Ms Melania Adirati
Date Deposited: 08 Jul 2025 06:46
Last Modified: 08 Jul 2025 06:46
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37928
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item