NOVITA, WULAN (2024) KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA VEGETABLE LEATHER DAUN KETUL (Bidens pilosa L.) PADA PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI GLISEROL SEBAGAI BAHAN PEMLASTIS. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_COVER.pdf Download (551kB) | Preview |
|
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (533kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (758kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (776kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (767kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (509kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (484kB) |
||
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_DAFPUS.pdf Download (564kB) | Preview |
|
|
Text
17.I1.0073_WULAN NOVITYA_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, termasuk keragaman tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tak terkecuali tanaman yang dianggap sebagai gulma, salah satunya tanaman ketul atau Bidens pilosa L.. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran hijau dengan banyak manfaat fungsional dan sering dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Sayangnya, pemanfaatannya masih sangat terbatas di Indonesa, padahal jumlahnya melimpah dan mudah dikembangbiakkan karena sifatnya yang dapat tumbuh tanpa memerlukan perlakuan khusus. Sehingga, perlu adanya inovasi pengolahan pangan yang menjadikan tanaman ini sebagai bahan bakunya, seperti dengan dibuat menjadi produk vegetable leather atau tiruan nori dari bahan baku daun ketul. Namun, produk vegetable leather yang dihasilkan dari bahan baku sayuran seringkali tidak memiliki tekstur yang baik karena pada dasarnya banyak sayuran yang tidak memiliki kemampuan menghasilkan gel seperti rumput laut. Oleh karena itu, vegetable leather dibuat dengan menambahkan karagenan sebagai pembentuk gel dan bahan pengikat serta gliserol sebagai bahan pemlastis, agar lembaranlembaran vegetable leather yang dihasilkan memiliki tekstur yang kokoh, elastis, dan tidak mudah robek. Vegetable leather daun ketul dalam penelitian ini dibuat dengan variasi penambahan konsentrasi gliserol berbeda yakni : 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8%, dengan parameter pengujian fisik yakni tensile strength, elongation to break, modulus young, dan daya larut, sedangkan pengujian kimia yakni kadar air dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gliserol yang ditambahkan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik fisik dan kimia pada vegetable leather daun ketul yang dihasilkan. Karakteristik fisikokimia vegetable leather daun ketul terjadi penurunan nilai tensile strength yang berkisar antara 1,62 – 0,75 N/mm , peningkatan nilai elongation to break antara 5,37 – 25,21%, penurunan nilai modulus young antara 0,03 – 0,30 MPa, peningkatan daya larut antara 28,16 – 48,16%, peningkatan kadar air yang berkisar antara 5,32 – 19,29% dan peningkatan aktivitas antioksidan yang berkisar antara 5,66 – 7,42%. Perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik yang memenuhi standar yang digunakan dan paling mendekati nori komersial didapatkan oleh penambahan 0,6% gliserol, yang mengasilkan nilai tensile strength sebesar 0,82 N/mm 2 , elongation to break sebesar 20,94%, modulus young sebesar 0,04 MPa, kadar air sebesar 13,2% dan aktivitas antioksidan sebesar 6,03%. 2
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology |
| Divisions: | Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 08 Jul 2025 03:32 |
| Last Modified: | 08 Jul 2025 03:32 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37833 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
