TERARA, I NYOMAN ARDIANA PUTRA (2025) PENGETAHUAN PELAJAR SMA SEDES SAPIENTAE SEMARANG TENTANG HOAX. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_COVER.pdf Download (679kB) | Preview |
|
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (755kB) |
||
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (763kB) |
||
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (840kB) |
||
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_DAPUS.pdf Download (852kB) | Preview |
|
|
Text
18.M1.0053_I NYOMAN ARDIANA PUTRA TERARA_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Remaja rentan menyebarkan berita bohong di era kemajuan teknologi ini. Fenomena berita palsu semakin banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Ketika mereka menemukan berita palsu yang menjadi viral, remaja tertarik pada berita tersebut menggunakan media sosial seperti Instagram untuk memberi tahu temannya tentang hal tersebut menyebabkan teman-temanya mempercayai informasi palsu. Identifikasi permasalahannya bagaimana siswa di SMA Sedes Sapientae Semarang mengetahui tentang hoax .Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, mengajukan pertanyaan terfokus kepada partisipan dan mengumpulkan sampel data numerik. Saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang cukup pesat. Akibatnya, dua dampak, satu menguntungkan dan satu negatif, muncul secara bersamaan.Mayoritas dari mereka memanfaatkan media sosial di internet. Sebaliknya, ujaran kebencian atau hoax menyebar dengan cepat di media sosial. Ujaran kebencian dan hoax mempunyai dampak yang signifikan terhadap interaksi sosial.masyarakat dan pihak lain harus bekerjasama dengan pemerintah untuk memerangi hoax. Kesimpulan penelitian berdasarkan temuan penyelidikan dan pembahasan adalah mayoritas siswa SMA Sedes Sapientiae Semarang dapat dengan cepat mengidentifikasi berita bohong di media sosial. Selain itu, ada beberapa siswa cukup bingung untuk mengidentifikasi berita hoax di media sosial yang membuat siswa di SMA Sedes Sapientiae Semarang menjadi terpengaruh berita palsu yang tersebar di media sosial.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | ms. Wiwien Vieragustin |
| Date Deposited: | 11 Jul 2025 01:14 |
| Last Modified: | 11 Jul 2025 01:14 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37327 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
