LIE, FLORENSIA ESPERANCE (2024) REDESAIN KOMPLEKS GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO ALOYSIUS MOJOSONGO, SURAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__COVER.pdf Download (656kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (17MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0016_FLORENSIA ESPERANCE LIE__LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (311kB) |
Abstract
Tugas akhir ini mendalami urgensi pentingnya merancang ulang desain arsitektur Gereja Katolik St. Aloysius Mojosongo yang mempertimbangkan perluasan bangunan serta aspek budaya lokal, kebutuhan komunitas, dan lingkungan sekitar. Latar belakang mendiskusikan urgensi perluasan gereja sebagai respons terhadap pertumbuhan jemaat yang membutuhkan ruang yang lebih luas. Selain itu, menggarisbawahi perlunya merancang kualitas akustik dalam desain gereja untuk meningkatkan pengalaman spiritual dalam ritual ibadah. Permasalahan yang diangkat adalah menciptakan struktur yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga terintegrasi secara substansial dengan konteks sosial, budaya, dan lingkungan yang ada. Fokus juga diberikan pada peningkatan kualitas akustik, memastikan setiap elemen desain mendukung pengalaman spiritual jemaat. Topik yang dibahas mencakup aspek desain ulang atau modifikasi Gereja Aloysius Mojosongo yang harus mempertimbangkan nuansa budaya lokal, kebutuhan komunitas, dan aspek lingkungan untuk menciptakan struktur yang terintegrasi dengan konteksnya. Pendekatan kontekstual dan akustik digunakan dalam merancang solusi desain ruang ibadah. Dalam konteks ini, tapak yang dipilih masih sama seperti tapak Gereja St. Aloysius Mojosongo yang saat ini terbangun. Strategi pendekatan melibatkan studi preseden terkait desain gereja yang sukses dalam memperhatikan nilai-nilai budaya lokal dan lingkungan sekitar. Ini didukung oleh penerapan teori-teori yang relevan dalam bidang arsitektur dan akustik ruang ibadah. Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah menghasilkan desain yang tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga memperkaya pengalaman spiritual dan mempertahankan identitas budaya serta keterhubungan dengan konteks sosial yang lebih luas. Kata kunci: redesain, gereja katolik, paroki, lokalitas, akustik
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Melania Adirati |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 05:56 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 05:56 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37106 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
