PUTRIDETA, AGNES DEA (2024) SANGGAR TARI DI SURAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB V_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-BAB VI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
23.A1.0069-Agnes Dea Putrideta-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Surakarta adalah kota budaya Jawa Tengah, terbukti dari program kebudayaan di Surakarta yang terus berkembang hingga ke ranah pendidikan nonformal maupun formal. Tari adalah kesenian yang paling terkenal, bahkan identik dengan Kota Surakarta. Tak hanya tari tradisional yang sudah terkenal, namun tari modern dan tari balet juga sedang berkembang didalamnya tanpa melunturkan tari tradisional melalui akulturasi budaya di beberapa program pergelaran acara kebudayaannya. Kebutuhan akan fasilitas pengembangan tari hingga ke ranah internasional membuat sanggar tari yang mencangkup tari lokal dan internasional berpotensi menjadi sarana bagi pemerintah dan masyarakat. Sanggar tari yang dirancang memiliki tiga jenis tari dalam penyelenggaraan mengajarnya yaitu tari tradisional, tari modern, dan tari balet. Ruang di dalam sanggar berupa ruang latihan atau kerap disebut studio tari harus dapat mewadahi tiga jenis tari yang berbeda. Dengan menggunakan lahan terbatas, ruang-ruang tersebut akan dioptimalkan jumlahnya dengan cara membuatnya dapat digunakan oleh beberapa jenis tari yang berbeda. Pendekatan penyelesaian masalah terhadap pelaku yang mana adalah penari, dilakukan guna mendapatkan hasil analisis yang menunjang penyusunan perancangan. Perilaku penari menghasilkan ruang yang menyesuaikan kebiasaan berlatih dimanapun ketika ada ruang kosong bagi penari. Dengan demikian pendekatan terhadap pelaku dengan mengambil pola gerak, ragam gerak, pola lantai, dan ergonomi penari ketika menari akan menghasilkan standar ruang tersendiri bagi sanggar tari. Sedangkan untuk pendekatan desain yang diterapkan menyesuaikan kontekstual Kota Surakarta yang masih kental dengan budaya tradisional dan memadukannya dengan tari yang dihadirkan di dalam bangunan yaitu modern. Arsitektur dengan konsep desain arsitektur dinamis diterapkan sebagai wujud dari sebuah tarian yang pergerakkannya dinamis dan modern.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 09 Apr 2025 07:57 |
| Last Modified: | 09 Apr 2025 07:57 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36594 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
