RAJENDRA, YANUARIUS YORAN (2025) PUSAT KESENIAN DI KABUPATEN WONOSOBO. Other thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB V_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-BAB VI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0051-Yanuarius Yoran Rajendra-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan, yang terbentuk akibat perbedaan kondisi alam, iklim, dan sumber daya alam di setiap wilayah. Hingga tahun 2022, tercatat 1.728 karya budaya yang diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia, Hal ini mencakup seni pertunjukan, tradisi dan ekspresi lisan, adat istiadat, pengetahuan alam, kerajinan, serta perayaan. Kabupaten Wonosobo yang terletak di Jawa Tengah, memiliki kekayaan alam dan warisan seni budaya yang sangat beragam. Setiap daerah di Wonosobo memiliki kebudayaan, tarian, dan seni khas yang berbeda-beda. Jumlah wisatawan ke Wonosobo juga terus meningkat setiap tahun, hal ini berpengaruh pada sektor kesenian dan kebudayaan. Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk mengembangkan seni dan budaya, mengintegrasikannya dengan pariwisata. Namun, seiring perkembangan zaman, kesenian daerah mulai tergerus oleh budaya asing. Berdasarkan website resmi Kabupaten Wonosobo, terdapat sekitar 2 ribu kelompok seni di seluruh kecamatan. Namun hingga kini, Wonosobo belum memiliki gedung kesenian untuk pembinaan dan pelestarian budaya. Akibatnya, ruang gerak pelaku seni terbatas dan fasilitas kesenian semakin berkurang. Permasalahan tersebut yang menjadi latar belakang pembangunan pusat kesenian di daerah ini. Kabupaten Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dengan lanskap indah serta kekayaan budaya yang melimpah, memiliki peluang untuk mengintegrasikan arsitektur dengan alam sekitarnya. Sehingga dengan pembangunan pusat kesenian diharapkan akan menciptakan bangunan yang harmonis dengan budaya dan lingkungan alam sekitar. Fokus pusat kesenian ini adalah untuk menjaga, melestarikan dan mempromosikan tradisi serta budaya lokal yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Wonosobo. Dari lokasi tersebut, perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur kontekstual, yang menghubungkan antara desain bangunan dengan elemen-elemen lokal seperti lingkungan sekitar, budaya, dan karakteristik arsitektur setempat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 09 Apr 2025 04:53 |
| Last Modified: | 09 Apr 2025 04:53 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36574 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
