ADIPRATAMA, DIONISIUS ARTHADEA (2025) GALERI DAN STUDIO MUSIK LOKAL DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_COVER.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0113-Dionisius Arthadea Adipratama-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan musik lokal di Semarang telah menunjukkan dinamika yang menarik, dengan pertumbuhan komunitas musik lokal yang semakin kreatif dan beragam. Perkembangan yang pesat ditunjukkan dengan munculnya berbagai Musisi Semarang yang terkenal seperti Soegi Bornean, Good Morning Everyone, Figura Renata, sampai Pyong Pyong. Berkembang nya musik pop di Semarang diimbangi dengan kebutuhan adanya tempat pertunjukan sebagai sarana eskspresi dari setiap musisi lokal. “Musisi lokal Semarang itu fomo dan haus akan tempat manggung untuk ekspresi diri dan musik mereka”, dilansir dari hasil wawancara dengan tim Komite Musik Dekase. Sejak Tahun lalu, musisi-musisi di Semarang tidak memiliki sarana khusus untuk ekspresi musik, sehingga setiap event manggung dilakukan ditempat-tempat yang diluar dari fungsi tempat pertunjukkan musik seperti café, resto, sampai ballroom, sedangkan tempat pertunjukkan Musik sendiri membutuhkan ketentuan seperti akustik ruang, ruang workshop, sampai ruang produksi. Beberapa aspek penting dalam perkembangan musik lokal di Semarang antara lain; komunitas musik lokal, tempat pertunjukan, workshop musik, media dan promosi, serta produksi musik. 4 poin penting yang harus ada yaitu, produksi, distribusi, eksibisi, dan edukasi. Di Semarang belum ada tempat yang mengakomodasi 4 poin tersebut. Produksi biasa dilakukan di berbagai studio recording baik di dalam kota Semarang maupun di luar kota semarang. Untuk distribusi biasa dilaksanakan melalui platform digital seperti spotify, apple music, dll. Sedangkan sarana tempat untuk eksibisi dan edukasi belum ada di Kota Semarang. Contoh bangunan sebagai preseden yang mencakup 4 poin tersebut ada di Lokananta Solo, M Bloc Space Jakarta, serta JNM Bloc Yogyakarta. Di Semarang sudah terdapat Miwiti Space di kota lama sebagai tempat eksibisi musik dalam skala kecil, dalam hal ini Galeri dan Studio Musik Lokal di Kota Semarang hadir untuk mewadahi kebutuhan musik pop dalam skala yang lebih besar dan mampu mencakup 4 poin produksi, distribusi, eksibisi dan edukasi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 08 Apr 2025 00:36 |
| Last Modified: | 08 Apr 2025 00:36 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36555 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
