ASSYFA, INDIRA SALSABILA (2024) MUSEUM SENI RUPA KONTEMPORER DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_COVER.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A_BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0109-Indira Salsabila A-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Kota Semarang memiliki perkembangan kesenian yang cukup pesat. Kunjungan wisatawan berdasarkan objek budaya meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan Semarang Satu Data, kunjungan terbanyak ada di tahun 2019 sebanyak 1.638.167 orang. Total pegiat seni yang menjadi dasar terbentuknya berbagai jenis kesenian ini mencapai 391 kelompok menurut Semarang Satu Data. Pegiat Seni Rupa ada di urutan terbanyak ke – 4 sebanyak 36 kelompok per tahun 2020. Pegiat seni rupa ini tersebar di beberapa komunitas, contohnya seperti Komite Seni Rupa dari Dekase, Gerobak Hysteria Semarang, Guyub Rupa, dll. Organisasi ini menampung perupa – perupa dari Semarang dan sering mengadakan event tahunan yang diumumkan melalui sosial media dan website. Tempat – tempat yang sering digunakan para perupa ini adalah Taman Budaya Raden Saleh, Monod Diephuis, dan Contemporary Art Gallery Semarang. Tempat – tempat ini beberapa diantaranya adalah pusat kesenian untuk berbagai acara, jadi tidak berfokus pada salah satu jenis kesenian saja. Rata – rata event yang diadakan hanya berupa event sementara untuk beberapa waktu. Dengan adanya Museum Seni Rupa Kontemporer di Kota Semarang, diharapkan kegiatan seni rupa dapat berjalan maksimal sekaligus menarik pengunjung dari berbagai kalangan untuk juga menikmati dan mengenal seni rupa. Tempat kesenian di Kota Semarang rata – rata memiliki bentuk arsitektur kolonial sejak Zaman Penjajahan Belanda. Maka dari itu, Museum Seni Rupa ini nantinya akan menggunakan pendekatan Arsitektur Post Modern karena jenis seni ini adalah salah satu seni yang bisa menanggapi gaya seni historis dan modern, nantinya bangunan museum ini akan menjadi wadah untuk seni rupa kontemporer meliputi berbagai jenis karya seninya (seni lukis, seni patung, seni AR, dan Instalasi Seni).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Ms Cristina Mayasari |
| Date Deposited: | 08 Apr 2025 00:36 |
| Last Modified: | 08 Apr 2025 00:36 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36554 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
