Preferensi UMKM terhadap Penggunaan Fintech: Pendekatan Hierarchy of Effect Model PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS FORUM MANAJEMEN INDONESIA (FMI) KORWIL D.I YOGYAKARTA

Wahyuningdyah, Retno Yustini and Susilowati, MG. Westri Kekalih (2020) Preferensi UMKM terhadap Penggunaan Fintech: Pendekatan Hierarchy of Effect Model PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS FORUM MANAJEMEN INDONESIA (FMI) KORWIL D.I YOGYAKARTA. Preferensi UMKM terhadap Penggunaan Fintech: Pendekatan Hierarchy of Effect Model. ISSN ISBN : 978-623-95189-0-5

[img]
Preview
Text
prosiding FMI Yogya 24.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Layanan keuangan dan cara bertransaksi yang berbasis teknologi informasi mengal;ami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi informasi (TI), Financial Technology (Fintech) hadir sebagai alternatif media transaksi bagi masyarakat, baik sebagai pembeli maupun penjual. Karena fintech memiliki baerbagai macam keunggulan dibandingkan dengan kehadiran uang secara fisik, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanfaatkannya untuk mewujudkan keuangan yang inklusif. Salah satu kelompok sasaran pemanfaatan fintech adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Fintech diharapkan mampu mengurangi hambatan-hambatan transaksi dan meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan sehingga bisnisnya semakin berkembang. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam menggunakan fintech, salah satu yang utama adalah kebiasaan. Hal demikian akan mempengaruhi preferensi untuk menggunakan fintech karena dimungkinkan terdapat resistensi dalam untuk beralih dari transaksi tunai ke transaksi menggunakan fintech. Dengan pendekatan Hierarchy of Effect Model, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi UMKM terhadap penggunaan fintech. Hasil menunjukan bahwa pelaku UMKM memilki kesadaran, pengetahuan, kesukaan, preferensi, keyakinan dan minta berperilaku untuk menggunakan fintecch yang tinggi. Namun, secara terperinci kesadaran, pengetahuan dan pemahaman mengenai istilah fintech, bank tanpa kantor cabang dan LAKU PANDAI cenderung sangat rendah. Oleh karena itu, dalam rangka implementasi keuangan inklusi dengan fintech, Bank Indonesia dan OJK perlu mengembangkan sistem edukasi dengan pola komunikasi yang efektif dengan pendekatan pola komunikasi kelompok dengan tatap muka.

Item Type: Article
Subjects: 300 Social Sciences > 330 Economics > Financial Economics
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Management
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 10 Feb 2021 03:51
Last Modified: 10 Feb 2021 03:51
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/23595

Actions (login required)

View Item View Item