Identifikasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Sawi Pahit yang Difermentasi pada Suhu 15°C dan 30°C yang Mempunyai Aktivitas Antimikroba Terbesar

HARTAYANIE, LAKSMI and LINDAYANI, - (2015) Identifikasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Sawi Pahit yang Difermentasi pada Suhu 15°C dan 30°C yang Mempunyai Aktivitas Antimikroba Terbesar. Identifikasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Sawi Pahit yang Difermentasi pada Suhu 15°C dan 30°C yang Mempunyai Aktivitas Antimikroba Terbesar.

[img] Text
58319970012015G1_makalah patpi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) digunakan dalam proses fermentasi makanan sehingga dapat memperpanjang umur simpan produk pangan. Hasil proses fermentasi oleh bakteri asam laktat berupa asam laktat dan sebagian kecil asam-asam lain seperti asam asetat, etanol, dan CO2 berperan menghambat aktivitas bakteri pembusuk dan patogen. Isolasi serta identifikasi BAL dari berbagai sumber bahan pangan dan kondisi fermentasi telah dilakukan. Namun kemampuan isolat untuk menghasilkan senyawa antimikroba belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk menggali potensi senyawa antimikroba dari BAL yang diisolasi dari hasil fermentasi. Pertumbuhan dan perkembangan BAL sangat dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Adanya perbedaan kadar garam dan suhu fermentasi dapat memungkinkan terjadinya perbedaan jenis BAL yang diperoleh walaupun bahan yang digunakan sama. Sehingga ada kemungkinan BAL yang diperoleh mempunyai karakteristik fisiologi yang berbeda. Diharapkan BAL yang diperoleh mempunyai potensi antimikroba dapat dirangsang untuk menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat diaplikasikan untuk bidang pangan dan kesehatan. Maka, tujuan penelitian adalah (i) mengidentifikasi genus isolat BAL yang berperan dalam proses fermentasi sawi pahit pada kondisi kadar garam dan suhu tertentu. (ii) mengidentifikasi spesies isolat bakteri asam laktat yang memiliki kemampuan antimikroba terbesar terhadap Staphylococcus aureus FNCC 0047 dan Escherichia coli FNCC 0091 menggunakan API 50 CHL test kit. Kondisi fermentasi (suhu dan kadar garam) tidak mempengaruhi aktivitas antimikroba dan potensi probiotik isolat BAL yang diperoleh. Isolat 632 diidentifikasikan sebagai Lactobacillus plantarum dengan tingkat kemiripan 99,9%. Isolat 22J dan 411 diidentidikasikan sebagai actobacillus plantarum 1 dengan tingkat kemiripan berturut-turut 96,6% dan 97,7%. Sedangkan isolat 21 diidentifikasikan ssebagai Lactobacillus fermentum 2 dengan tingkat kemiripan 99,0%.

Item Type: Article
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: ms F. Dewi Retnowati
Date Deposited: 07 Dec 2020 03:31
Last Modified: 07 Dec 2020 03:33
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/22832

Actions (login required)

View Item View Item