HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK-ANAK YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN: STUDI KASUS DI PANTI ASUHAN KRISTEN TANAH PUTIH SEMARANG

Yustisiane, Yunike (2019) HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK-ANAK YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN: STUDI KASUS DI PANTI ASUHAN KRISTEN TANAH PUTIH SEMARANG. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img] Text (COVER)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf COVER.pdf

Download (833kB)
[img] Text (BAB I)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf BAB I.pdf

Download (373kB)
[img] Text (BAB II)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text (BAB III)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf BAB III.pdf

Download (375kB)
[img] Text (BAB IV)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf BAB IV.pdf

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf DAPUS.pdf

Download (39kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
13.20.0067 YUNIKE YUSTISIANE (9.1)..pdf LAMP.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pemenuhan hak pendidikan pada anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan merupakan salah satu hak asasi manusia. Keterbatasan dana dan kemampuan anak, serta ketiadaan akte kelahiran menyebabkan anak-anak panti asuhan mengalami kesulitan dalam pemenuhan hak pendidikan. Hal tersebut ditunjukkan dengan hanya sekolah-sekolah tertentu yang bersedia menerima sekolah bagi anak-anak yang tidak mempuyai akte kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak yang tinggal panti asuhan dan faktorfaktor yang menjadi pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Narasumber penelitian mewakili pihak Panti Asuhan Kristen Tanah Putih Semarang (Kepala Panti dan Pembimbing Panti), anak, orangtua atau keluarga, serta Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian adalah Secara umum pemenuhan hak pendidikan bagi anakanak yang tinggal di Panti Asuhan Kristen Tanah Putih Semarang sudah cukup baik, yaitu anak-anak mendapatkan pendidikan formal, informal dan non-formal. Meski demikian, adanya permasalahan terkait akte kelahiran maka pilihan sekolah anakanak terbatas pada sekolah yang bersedia menerima mereka tanpa adanya akta tersebut. Selain itu, les tambahan hanya diberikan untuk pelajaran tertentu dan jam tertentu sehingga anak-anak yang mengalami kesulitan dimata pelajaran lain tidak mendapatkan les Kata kunci: hak pendidikan, anak, panti asuhan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 370 Education
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 04 Jul 2019 08:31
Last Modified: 04 Jul 2019 08:31
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/19430

Actions (login required)

View Item View Item