IDENTIFIKASI JENIS DAN JUMLAH MIKROPLASTIK PADA IKAN NILA HITAM (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI PERAIRAN AIR PAYAU SEMARANG

Okthie Ratnasari, Irene (2017) IDENTIFIKASI JENIS DAN JUMLAH MIKROPLASTIK PADA IKAN NILA HITAM (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI PERAIRAN AIR PAYAU SEMARANG. Other thesis, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata.

[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari COVER.pdf

Download (576kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari BAB I.pdf

Download (183kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (71kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari BAB III.pdf

Download (411kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari BAB IV.pdf

Download (355kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari BAB V.pdf

Download (47kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (152kB)
[img] Text
13.70.0142 Irene Okthie Ratnasari LAMPIRAN.pdf

Download (442kB)

Abstract

Mikroplastik merupakan plastik yang memiliki ukuran <5mm. Keberadaan mikroplastik disebabkan oleh proses degradasi dari sampah plastik. Sampah plastik ini secara sengaja dibuang secara sembarangan ke laut. Karenanya sampah tersebut dapat mencemari ekosistem. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengalami pencemaran mikroplastik tersebut. Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air payau yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Selama diternakkan ikan nila memiliki potensi untuk terkontaminasi mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan mikroplastik dalam sedimen, air, dan ikan nila hitam dari kawasan tambak (perairan air payau) di Semarang. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan jika ikan nila yang dibeli di Pasar wilayah Semarang mengandung PSM (Particle Suspected as Microplastic). Pada pengujian utama sampel ikan nila diambil di Pemancingan Tapak Semarang dan tambak ikan nila Tuguharjo Semarang. Selain ikan nila diteliti pula keberadaan mikroplastik pada sedimen dan air pada 2 lokasi tersebut. Metode pengujian sampel ikan nila mengdaptasi metode destruksi menggunakan KOH oleh Rochman et al. (2015). Untuk pengujian sedimen, metode mengadaptasi Qiu et al. (2016) dan Ng & Obbard (2006). Sedangkan metode pengujian air mengadaptasi Ng&Obbard (2006) serta Song et al. (2015). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat kandungan PSM pada ikan nila , sedimen, dan air. PSM ini terdiri dari fiber, fragmen, film, dan monofilamen. Pada bulan pertama (lokasi 1), ditemukan rata-rata PSM pada ikan nila berkisar 1-18 partikel, sedimen 6-10 partikel, dan air 5-12 partikel. Pada bulan kedua (lokasi 2), ditemukan rata-rata PSM pada ikan nila 0-13 partikel,sedimen 4-11 partikel,dan air 2-5 partikel. Data hasil identifikasi menggunakan FTIR menunjukkan jika beberapa partikel sampel yang diuji adalah nylon 11. Ditemukannya mikroplastik dalam ikan nila ini tentu akan berpengaruh pada keamanan pangan, sehingga perlu diberlakukan regulasi yang dapat mengatur standar cemaran secara spesifik pada novel food contaminant ini

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > Identification Microbial
Divisions: Faculty of Agricultural Technology
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 09 Mar 2018 09:29
Last Modified: 09 Mar 2018 09:29
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/15728

Actions (login required)

View Item View Item