POLA KONSUMSI PRODUK OLAHAN CABAI KHUSUS SAMBAL MENURUT PENGUNJUNG RUMAH MAKAN DI KOTA SALATIGA

MITTA, AGUSTINA (2016) POLA KONSUMSI PRODUK OLAHAN CABAI KHUSUS SAMBAL MENURUT PENGUNJUNG RUMAH MAKAN DI KOTA SALATIGA. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
13.70.0203 Agustina Mitta COVER.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text
13.70.0203 Agustina Mitta BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (48kB)
[img] Text
13.70.0203 Agustina Mitta BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[img] Text
13.70.0203 Agustina Mitta BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB)
[img] Text
13.70.0203 Agustina Mitta BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text
13.70.0203 Agustina Mitta BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (41kB)
[img]
Preview
Text
13.70.0203 Agustina Mitta DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13.70.0203 Agustina Mitta LAMPIRAN.pdf

Download (248kB) | Preview

Abstract

Cabai termasuk famili Solanaceae yang mengandung senyawa kimia capsaicin (8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide). Ketersediaan bahan baku cabai yang melimpah menyebabkan produsen mengolah cabai menjadi berbagai macam bentuk olahan cabai salah satunya ialah sambal. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik responden yang mengonsumsi sambal, mengidentifikasi pola konsumsi sambal, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengonsumsi sambal. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada responden untuk mengetahui persepsi dan pola konsumsi sambal. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah restauran yang bertemakan sambal, kebiasaan mengkonsumsi sambal, motivasi, dan persepsi klaim mengenai produk cabai dan olahannya yang ada pada konsumen cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dasar responden mengenai cabai tergolong baik, namun pengetahuan responden mengenai fungsi dan pengaruh sambal terhadap tubuh masih rendah. Responden memiliki usia produktif dan mempunyai penghasilan antara Rp 3.000.000,00 hingga Rp 5.000.000,00. Rata-rata responden tidak memiliki anggaran khusus untuk membeli sambal. Karakteristik sambal menurut responden memiliki rasa yang pedas pada berbagai tingkat pedas, harga terjangkau, bentuk beragam, dan dapat diolah menjadi berbagai macam masakan. Namun karakteristik kimiawi yang dimiliki sambal kurang diketahui oleh responden. Motivasi konsumsi sambal oleh responden tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Responden akan mengkonsumsi cabai dan produk olahannya sesuai dengan keinginan pribadi. Perilaku konsumsi responden sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan keinginan dari responden. Responden tidak terpengaruh oleh faktor ekstrinsik. Produk cabai dan olahannya memiliki persepsi klaim yang sesuai dengan harapan responden saat mengkonsumsi produk tersebut. Pada variabel tingkat konsumsi dan tingkat pendapatan, 12 indikator penentu perilaku konsumsi pada responden menunjukkan nilai yang tidak signifikan berpengaruh terhadap konsumsi cabai. Perilaku konsumsi pada usia di atas 40 tahun dalam mengkonsumsi cabai mentah lebih banyak daripada cabai olahan. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah konsumen cabai memiliki kecenderungan memiliki pengetahuan mengenai efek samping cabai yang kurang baik dengan penghasilan tiga hingga lima juta rupiah dengan perilaku konsumsinya sangat dipengaruhi oleh kebiasaan responden pribadi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 640 Home & family management > Food and Drink
> 650 Management > 658 Management > Consumer Satisfication
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mr Ignatius Eko Budi Setiono
Date Deposited: 30 Mar 2017 05:50
Last Modified: 30 Mar 2017 05:50
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/13014

Actions (login required)

View Item View Item