AKTIVITAS ANTIMIKROBIA BUBUK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) DENGAN KOMBINASI KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN

Ekawati, Rini Setyo (2004) AKTIVITAS ANTIMIKROBIA BUBUK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) DENGAN KOMBINASI KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text (COVER)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati COVER.pdf

Download (343kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (354kB)
[img] Text (BAB II)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text (BAB III)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (795kB)
[img] Text (BAB IV)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (350kB)
[img] Text (BAB V)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (59kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
00.70.0052 Rini Setyo Ekawati LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Bawang putih merupakan komoditi yang mengandung minyak atsiri, yang bersifat antibakteri dan anstiseptik. Selain bawang putih mengandung minyak atsiri, bawang putih memiliki zat antimikroba bernama allicin. Allicin terdiri dari berbagai jenis sulfida, dan yang paling banyak adalah ally! sulfida. Sulfida ini merupakan senyawa yang toksis terhadap bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antimikrobia bubuk bawang putih yang ada di supermarket. Bubuk bawang putih yang digunakan terbagi menjadi 6 konsentrasi, yaitu 0,5%, 1%, 2%, 5%, 7,5%, 10% dan sebagai kontrol digunakan bawang putih segar. Pengujian kemampuan senyawa allicin terhadap bakteri gram positif dan gram negatif dilakukan terhadap konsentrasi dan iama penyimpanan. Pengujian zat antimikrobia dilakukan dengan uji lempengan berlubang. Kemampuan allicin untuk menghambat dan membunuh bakteri dinyatakan oleh luas diameter zona jernih yang terbentuk disekitar lubang. Diameter zona jernih yang terbentuk diukur dengan jangka sorong dan dilakukan pengukuran selama 3 hari tiap 6 jam dengan bakteri penguji Escherechia coli dan Bacillus subtilis. Kemampuan antimikrobia tertinggi didapat dari bawang putih segar terhadap bakteri gram positif {Bacillus subtilis) dengan rata - rata diameter zona jernih 1,83 cm. Sedangkan untuk kemampuan antimikrobia bubuk bawang putih tertinggi adalah konsentrasi 10% terhadap Bacillus subtilis (1,36 cm) dan Escherechia coli (1,23 cm). Respon positif paling cepat terhadap zat antimikrobia diperoleh dari bawang putih segar dan bubuk bawang putih konsentrasi 10%. Sedangkan pada bubuk bawang putih konsentrasi 0,5% tidak mampu menghambat kedua bakteri uji (nol) dan respon paling lambat didapatkan pada konsentrasi 1%

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food storage
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mr Ign. Setya Dwiana
Date Deposited: 02 Feb 2017 01:38
Last Modified: 02 Feb 2017 01:38
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/12253

Actions (login required)

View Item View Item