STUDI MEMPERPENDEK WAKTU PEMASAKANG DENGAN MENGINDUKSI TEKANAN DAN DIFUSI THERMAL PADA PROSES PEMASAKAN NASI JAGUNG (Zea mays. L)

SETIAWAN, ADE JAYA AGUNG (2014) STUDI MEMPERPENDEK WAKTU PEMASAKANG DENGAN MENGINDUKSI TEKANAN DAN DIFUSI THERMAL PADA PROSES PEMASAKAN NASI JAGUNG (Zea mays. L). Other thesis, Prodi Teknologi Pangan UNIKA Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan COVER.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
[img] Text (BAB II Available document only in Soegijapranata Catholic University)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (129kB)
[img] Text (BAB III Available document only in Soegijapranata Catholic University)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (368kB)
[img] Text (BAB IV Available document only in Soegijapranata Catholic University)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (106kB)
[img] Text (BAB V Available document only in Soegijapranata Catholic University)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (82kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (741kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
08.70.0119 Ade Jaya Agung Setiawan LAMPIRAN.pdf

Download (728kB) | Preview

Abstract

Tingkat konsumsi beras di Indonesia terlalu tinggi, yaitu berkisar antara 135 sampai dengan 139 Kg perkapita pertahun, sehingga diperlukan impor beras yang memperbanyak pengeluaran Negara. Konsumsi beras dapat dikurangi dengan adanya diversivikasi pangan yang antara lain adalah Jagung. Jagung (Zea mays) merupakan tanaman penting kedua di Indonesia setelah padi. Jagung bagi sebagian masyarakat di Indonesia sudah menjadi makanan pokok, tetapi pada masa sekarang ini nasi jagung sudah mulai ditinggalkan di beberapa daerah sentral jawa dikarenakan proses masaknya yang lama. Pemasakan nasi Jagung pada prosesnya membutuhkan waktu perendaman yang lama agar granula dari jagung menjadi empuk. Perendaman yang lama inilah yang dijadikan pokok masalah pada penelitian ini, diduga proses perendaman dapat dikembangkan dengan beberapa metode lain yang dapat mengurangi waktu pemasakan, antara lain adalah Presto, Rendam Kapur 5%, Rebus Kapur 5%, dan pemasakan tradisional dijadikan sebagai kontrol. Keempat produk kemudian diuji karateristik kimianya dan dilakukan pengujian sensori untuk tiap metode yang digunakan. Hasil dari proses pengukuran waktu, teknik presto memiliki waktu memasak tercepat yaitu 50,861±1,712 second, tetapi produk presto kurang diminati oleh panelis. Produk nasi jagung rendam kapur 5% adalah produk yang paling disukai dengan waktu 460,950±5,336 second. Pada produk Rendam kapur 5% tidak memiliki kandungan kimiawi yang terbaik tetapi berdasarkan uji sensori rendam kapur memiliki hasil sensori yang terbaik. Rasa yang enak, kadar air yang rendah, waktu pemasakan yang cepat, pengembangan volume dan kepulenan yang tinggi adalah karakteristik yang disukai oleh responden. Karakteristik yang disukai oleh responden ini terdapat pada pemasakan Rendam Kapur 5% , walaupun produk yang dihasilkan berbau kapur dan berwarna kusam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs. Rini Yastuti
Date Deposited: 30 Aug 2015 11:10
Last Modified: 30 Aug 2015 11:10
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/1087

Actions (login required)

View Item View Item