ANALISIS STRATEGI PEMASARAN IKAN ARWANA (SCLEROPAGES JARDINI) DITINJAU DARI PASAR, PRODUK DAN SALURAN DISTRIBUSI (STUDI KASUS PADA ASOSIASI PENGUSAHA IKAN HIAS MERAUKE)

MAHUZE, WALTER (2003) ANALISIS STRATEGI PEMASARAN IKAN ARWANA (SCLEROPAGES JARDINI) DITINJAU DARI PASAR, PRODUK DAN SALURAN DISTRIBUSI (STUDI KASUS PADA ASOSIASI PENGUSAHA IKAN HIAS MERAUKE). Other thesis, Prodi Manajemen Unika Soegijapranata.

[img] Text (COVER)
95.30.2512 Walter M COVER.pdf

Download (511kB)
[img] Text (BAB I)
95.30.2512 Walter M BAB I.pdf

Download (301kB)
[img] Text (BAB II)
95.30.2512 Walter M BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
95.30.2512 Walter M BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (70kB)
[img] Text (BAB IV)
95.30.2512 Walter M BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (644kB)
[img] Text (BAB V)
95.30.2512 Walter M BAB V.pdf

Download (143kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
95.30.2512 Walter M DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (72kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
95.30.2512 Walter M LAMPIRAN.pdf

Download (922kB)

Abstract

Pada era sekarang ini, ikan hias m'ulai dilirik oleh berbagai kaIangan untuk dibudidayakan terutama ikan air tawar. Perkembangan dunia agribisnis termasuk sektor perikanan air tawar yang keeepatannya sangat tinggi dari tahun ketahun, membuat para penghobi tidak lagi sekedar menjadi penggemar dan penikmat, namun juga ikut bermain meramaikan pasar ikan hias dengan budidaya sendiri. Indonesia memiliki iklim tropis schingga berpotensi besar untuk usaha budi daya berbagai jenis ikan hi as air tawar. Saat ini ada ratusan jenis ikan hias air tawar dari berbagai pelosok dunia keluar masuk Indonesia dan hampir 90%-nya merupakan ikan tropis. Dengan potensi ini, tercatat di I3I'FN ( Hen/un Pengembangan Hkspor Nasional) sampai tahun 1998 tidak kurang dari 30 - 40 juta ekor ikan hias pertahlln atau senilai lebih dari US$20 juta yangberhasiI diekspor. Ketersediaan sumber daya alam yang mendukung yaitu banyaknya lahan dan banyaknya penduduk Indom:sia maslh memtl!+gK:in~' r masllknya tenaga ke~ia dalam sektor ini. Seeara eKQnomis, wmbudidayaan ika ias dapat memberi nilai ekonomis walaupun dilakukan di lahan sempit (lengan.iu lah yang terbatas, Disamping itu juga erupaka omodita · perikanan air ,war yang saat ini banyak menghasi]kan devisa. Serapan pasar. hasil budi daya ikan sangat prospektit: mak pemeliharaan ikan hias yang sem la dite uni para ~ gbobi, kini juga sudah ,e·· .. :' ... 1ran mata peneaharian banyaK petani ikan, Peluang pasar terutama ekspo . an ke berbagai negara seperti Asi ,Amerika, Eropa, rrimur Tellgah dan AustraH masih terbuka. Ini disebabkan Indo esia baru bisa mengisi' 20% pennintaan pasar 'kan hias dunia dan dengan sekita 0 eksportir saat inl, masih terbuka peIuang lJagi lebih dari 30 eksportir untuk dapa mengisi kekur ng~ fl8sokan ikan hias (Junia, Dan setiap bulan ada sekitar ratusa ribu eko i a hi~ air tawar dieks~o e maneanegara. Ikan Arwana yan i nggap mampu membawa hok((l<eberuntungan) bagi pemeliharanya, saat ini eru akan salaH satu ikan hra yang memliki niIai ekonomis yang sangat tinggi. ~ 0p'uler n Anvana= eli LUar dan dalam negeri membuat sejarah kehidupan Arwan men:iadl berubah. Daerah asal Arwana tersebar luas mulai dari kawasan Asia, Australia, Afrika hingga Amerika. Harganyapun demikian tinggi, apalagi sisiknya yang berkilau dan tertutup rapi merupakan keindahan dengan daya tarik tersendiri. Usaha penangkaran Arwana merupakan satu-satunya jalan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. Namun untuk sampai ke tangan konsumen, pemasaran dan pengangkutan juga menjadi kunei keberhasilan. Papua yang terletak di wilayah bagian timur Indonesia, selarna ini hanya terkenal dengan kekayaan alam berupa pertambangan, akan tetapi dalam pemanfaatannya hanya sebagian keeil masyarakat yang menikmati bahkan sebagian besar masyarakata Papua miskin di atas kekayaannya sendiri. Padahal wilayah Papua sangat luas yang bukan hanya terdiri dari data ran dan pegunungan sebagai penghasil tambang, namun bagian lain wilayah Papua terdiri dari dataran rendah dan berawa yang memiliki potensi sumber daya air tawar, dimana diantaranya ikan hias Arwana (Scleropages .!ardini) yang selama ini hanya dikenal berasal dari Kalimantan' temyata terdapat juga di Kabllpaten Merallke Propinsi Papua (Irian Jaya). Habitat ikan Arwana Papua yang terdapat di rawa-rawa dan sungai telah diperdagangkan sejak tahun 1986. Perbllruan dan penangkapan awalnya merupakan jenis ikan yang bebas diburu dan diperdagangkan secara liar oleh cukup banyak pengusaha. Oleh karena itu, mllncullah Iarangan untuk melakllkan perburuan, sehingga para pengusaha atau pedagang ini perlu dihimpun dan dipersatukan dalam sebuah wadah yaitu Asosiasi Pengusaha Ikan Hias Merauke (APIHIM) yang terbentuk pad a tahun 1999 di Merauke dan merupakan satusatunya organisasi profesi dalam bidang ikan hias yang ada di Propinsi Papua. Oisisi lain, pengelolaan dan perda fa gan ikan Arwana seJama ini belum maksimal sebab keberadaan API HIM se ~gai satu-satunya organisasi yang menghimpun para pengusahaL eaagang'iKan AfWana' 1erauke masih dirasakan kurang beIjalan sebagainran mestinya baik karen !HIM belum dapat membaca peluang dan ,tensi pasar ikawhias selama ini sehingga ikan Arwana Papua kalah bersaing Bengan i an Arwan jenis lain. Oisa I ping itu, APIHIM juga belum bisa me er pkan sategi pemasaran yang te at bag Qerdagangan ikan Arwana khususnya engenar kestabilan rga baik hafT.ga beli clavi pedagang di tingkat masyaraka enan~ap maup ~~arga jual dari p'eda~ang di tingkat ekportir. Selain itu tidak danya pro~m ~engembangb' akan (ian penangkaran ikan Arwana akan m mbua ikan Arwana sema1<i,. menipisjumla nya. Berdasarkan ata yang ~da pada AP 1M l!Intuki p riode tahun 2001-2002, jumlah pengiriman antar pula berdasarkan kuota mencapai 49 ~ 64 ekor. SeJain itu, tercatat bahwa perminfa n ika ~ rWana eningkat engan rata-rata pengiriman 2 - 6 kali <lal m satu bulan ti31l - - f sahaan. Suatl!l 'umlah yang cukllp besar-mengingat waktu peAangkapan anakan iKan Arwana rata-rata hanya 4 bulan setiap mtisim dalam satu t un aitu ant'arar'bulan oP€1l11 er, Oesember, Januari dan Februari. Terhimpunnya pedagang dalam WPU1tM yang j umlahnya mencapai ±39 semakin menunjukkan betapa prospek ikan Arwana sangat menjanjikan baik untuk pendapatan bagi masyarakat penangkap ikan maupun bagi pedagang itu sendiri. Oleh karena kestabilan harga r..~njadi suatu hal yang sangat penting yang harus dilakukan sehingga baik masyarakat penangkap maupun pedagang ikan Arwana Papua tidak merasa dirugikan. Selain itll ikan Arwana diharapkan akan mampu mempunyai daya jual yang tinggi dan mampu bersaing di pasar ikan hias. Oari latar belakang diatas, penulis tertarik untuk meneliti Jebih jauh dengan mengambil judul penelitian ""Analisis .'-,'trategi Pemasaran Arwana (.\'cleropaghes Jardini) Ditinjau Dari Fasar, Produk Dan Saluran Dislribusi" (SIU(// J\.uSliS Pada Asosiasi Fengusaha lkan Hias Merauke) Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan penelitian adalah bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan pengusaha ikan Arwana dalam meningkatkan hasil yang maksimal bagi masyarakat penangkap ikan maupun bagi pedagang ikan hias di Kabupaten Merauke Propinsi Papua dengan batasan masalah pada strategi pemasaran yang mencakup strategi pasar, produk, saluran distribusi dan manajemen yang dilakukan perusahaan. Dalam tinjauan pustaka dijelaskan tentang konsep yang dipilih dan definisinya. Ada beberapa konsep dalam tinjauan pustaka yaitu pengertian pemasaran, pengertian strategi pemasaran, pengertian pasar, pengertian produk, pengertian saluran distribusi, pengertian manajemen, sejarah ikan Arwana beserta jenis-jenisnya, nilai ekonomi dan pasar ikan Arwana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan berdasarkan data jumlah pengiriman specimen ikan Arwana Papua (Scleropages Jardini) sampai deng n bulan Mei 2002 (dalam ekor). Dari pembahasan, dikemukakan mengenai ~mbaran umum perusahaan yang dalam hal ini adalah AS M yang melipu 1 peng us, berserta tugas utama APIHlM. Dari hasil pe .Bahasan dapat diketahui bahwa rata- rata pengiriman anakan ikan Arwana sert(l indeks musim yang ter:iadi tiap bu a . Dari rata-rata pengi 'man dapat diket hui b hwa pengtnman terbesar/paling ban,yak terjad' pad a bulan Januari yaitu sebesa; 63.447 ekor sedangkan pengiri an ikan terkecillpaling sed'kit terjadi pada bu' an Mei yaitu sebesar 220 ekor. Selain itu dikemuka1<.an juga mengenai analisis strategi pemasaran yang mehputi groduk. pasa ,harg d salu an dis~liibusi sehingga dapat disimpulka bahwa dilihat da' pmspek pasar, ikan filrwana Papua (Scleropaghes Jard i) memang cukup cerah. Hal tni tidal< hanya ntuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi terbuka uas me Uadi komoditas e sport non migas. Namun para pengus lia ikan di Kabupaten~erauke belum iap memproduksi karena para pengusaha masih mengandaI an tangk'apan alam engan biaya rendah sehingga diperlukan usaha penangkaran ikap agar i eroleh prod uk yang berkualitas. Disisi lain, d ~rlukan jalur ~endek agar tercapai keuntungan maksimal dari hargajua ikan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 658 Management > Marketing Management
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Management
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 22 Jun 2016 06:47
Last Modified: 22 Jun 2016 06:47
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/10174

Actions (login required)

View Item View Item