METODE KOREKSI BETA BIAS DI PASAR MODAL INDONESIA DAN KEHANDALAN BETA HISTORIS SEBAGAI PREDIKTOR BETA MASA DEPAN (Studi Kasus di PT. Bursa EfekJakarta)

Rahmadi, Ignatius Wisnu (2002) METODE KOREKSI BETA BIAS DI PASAR MODAL INDONESIA DAN KEHANDALAN BETA HISTORIS SEBAGAI PREDIKTOR BETA MASA DEPAN (Studi Kasus di PT. Bursa EfekJakarta). Other thesis, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.COVER.pdf

Download (203kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[img] Text (BAB II (available document only in library of Soegijapranata Catholic University))
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (300kB)
[img] Text (BAB III (available document only in library of Soegijapranata Catholic University))
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)
[img] Text (BAB IV (available document only in library of Soegijapranata Catholic University))
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (559kB)
[img] Text (BAB V)
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (45kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
98.30.3616 Ign. Wisnu Rahmadi-ok.LAMPIRAN.pdf

Download (9MB) | Preview

Abstract

Beragamnya media investasi di Indonesia seperti instrumen pcrbankan (deposito, tabungan. dB.), instrurnen pasar uang, instrumen pasar modal (saham. obligasi~ reksadana, dl1.) membuat makin semarak dunia investasi. Masing-musing media investasi tersebul memiliki kelebihan dan kekurangan, misalnya deposito dengan tingkat fisiko yang rendah. namun tingkat keuntungannya terbatas.Saham sebabrai salah salu instromen pasar modal mampu memberikan keuntungan (return) yang tinggj, namun di baJik ilu, melekat juga giS1 fisiko yang tidak bolch dilupakan oleh investor. Ada dua macam fisiko yang dihadapi oleh investor yaitu rlsiko sistematis (yang disebut beta) yang merupakan risiko yang rerasal dari faktor ioflasi. pertumbuhan ekonomi, perubahan tingkat suku bun,ga. dan kondisi pohtik yang rnempengaruhi semua perusahaan, di mana beta sebagai suatu ukuran rislko sistematik tidak dapat dihilangkan melalui diversrfikasi. Selain itu, beta juga merupakan suatu pengukur volatilitas return suatu saham atau refum pot1ofolio ; terhadap reJum pasar (dalam hal ini IHSG) yang diakibatkan kondisi pasar pada umumnya yang tidak dapat didiversifikasi. fran beta juga merupakan dasar unluk , memperkirakan return dari investasi di masa yang akan datang. Apalagi pasar modal lndonesia merupakan pasar modal yang perdagangannya tidak Slnkmn (nomynchronous trading) atau pasar yang transaksinya jarang tcrjadi, aiau Jisebu\ dengan pasar yang tipls (thin marker) sehingga kondisi ini menyebabkan beta menjadi bias. Perdagangan tidak sinkron tcrjadi karena bebcrapa saham tidak diperdagangkan untuk beberapa waktu. Akfbatnya harga sabam-sabaUi yang tidak dipcrdagangkan pada periode ke-t menggunakan harga penlllupan her! sebetumnya (1-1) yang merupakan harga di mana saham tersebut diperdagangkan unluk lerakhir kalinya. bukan harga-harga hasil perdagangan saham periode ke-I. Padahal harga saham tersebut pada akhimya akan digunakan untuk menghitung indeks pasar, sehinggajjka beta dihitung dengan menggunakan indeks pasar berdasarkan harga saham pada periode t-l dan bukan pada periode t. nila! beta akan menjadi bias. Padahal estimasi beta yang akurat sangatlah penting untuk membuat keputusan irlvestasi yang tepat. Jika estimasi beta sanam mengandung bi~ maka hasllnya akan membentuk keputusan investast yang salah. Karena beta yang bias bis3 mengurangi kcakuratan hasil estimasi return yang diharapkan dan suatu investasi. Untuk mendapalkan estimasi refum yang akurat, diperlukan estimasi ukurnn risiko sistema1is yang tiduk bias. Sehingga, untuk mengurangi bias beta yang disebabkan o[eh perdagangan yang , tidak sinkron, beta tersebut hams disesuajkan atau dikoreksi dengan dengan metode koreksi beta bias seperti Scholes dan William. Dimson. Fowler dan Rorke. Olen karena itu, masalah dad penelitian ini adalah : Manakah metodc korcksi bera bias yang paling tepat bagi pasar modal Indonesia? Setelah mt;l.ode koreksi bela bias yang paling tepat wgi pasar modal Indonesia . ditemukan. penel1tian selanjutnya adalan membuktikan kehandalan beta hisloris sebagai prediktor beta di masa yang akan datang. Sehingga, masalab kedua dari penelitian in! adalah :Apakab bela historis dapat digunakan sebagai prcdiktor bell!' masa depan?Sehubungan dengan perumusan kedua, penelitian in! berusaha membuktikan : kehandalan informasi beta masa lalu (beta hJstoris) sebagai prediktor beta masa depan, Peri ode waktu pada permasalahan kedua dtmulai dari t Februari 200 J sampai deng.n 31 Januan 2002 yang dibagi rnenjadi 2 sub period •. Sub periode ] adaJah I Februari 200] sompai 31 Juli 200] dan sub period. II adalah I Agustus 200 I sampai . 31 Januari 2002, Pembagian pericde penelitian menjadi 2 sub periode inj dl1akukan dengan maksud melihat kehandalan beta historls sebagai prcdiktor bew masa dcpan dari suatu sub periode ke sub periode berikutnya (sub periode 1-11). Mengingat data , refum saham yang menjadi sam pel penelitian ini hampir seeara kescluruhan tidak bcrdistribusi normal, maka a1at korefasi yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang kedua adalah alat korelasi untuk statistik nonparametik. yaItu korel.s; ~Illill'. Manfaat y.ng dapa! diberikan dari hasil penelitian ini adalab 1) akan menguningi bias beta yang terjadi akibat perdagangan yang tidak sinkron.2) Menjadi pertimbangan investor sebagai dasar untuk pellgambilan keputusan investasi, Obyek pencl;t"n ioi adalah adalah saham-saham yang sudah terdaftar di BEl minimal pada tanggai 26 Juni 2000 dan maslh terdaftar hingga tanggal 8 Maret 2002, tidak melakukan company action. Dan analisis data yang dilakukan. makn dapat ditarik kesimpulan sebagal berikut : (1) Metode Scholes dan William dcngan periodc koreksi 3 lag dan 4 lag merupnkan yang metode koreksi beLa bias yang puling h.:pur bagi pasar modal Indonesia rljbandingkan metode Dimson dan Fwoler dan Rorke. karena mampu mampu mengurangi bias beta dcngan beta pnsar bernilai 1.000, Untuk' melode lain yailu Dimson, pada periode koreksi 4 lag dan 3 /a~ bam mampu . mcnghasilkan beta pasar yang mcndckali satu ynitu 1,015. Sedangkan llntllk meIotic Fowler dun Rorke nilai yang mendekali satu diperoleh pada pcriodc toreksi 4 Iii}!. 2 /(~(ld> yaitu sebesar 1,004. Namun kedua metode tersebut -balk DimsoI1 mauplJn Fowler dan Rorke, nilal beta pasamya belum bemila! satu, walau sangat mendekati, j itupun dengan peri ode koreksl yang lebih panjang, Pada [ntinya, ketiga melOdc tcrsebul dapat mengurangi bias beta yang terjadi di pasar modal Indonesia, namun hanya metode SW saja yang mampu ll1engurangi bias bela di pasar modal Indollcsia - dengan sempurna. yaitu bernilai satu dan dengan pedode koreksi yang lcbih pendck. Kemungkinan, berkurangnya periode koreksi discbabkan olch sCn111kin berkurangnya ketidaksinkronan perdagangan yang tcrjadi di Indonesia. (2) Hasil pengujian korclasi Speannan terhadap beta saham individu dari sub periode I ke sub peri ode 2 : menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan sebesarO,297. Hal ini menunjukkan bahwa beta saham individu (historis) bisa digunakan sebagai ptediktor beta saham individu masa depan. Kemudian, saran - s~ran Yang dapat diberikan\ oleh peneliti , untuk Investor dan pjhak~pihak lain dan hasil analisis penelitian inl adalah : L Bagi analis pasar modal atau peneliti lain yang akan melakukan penelitian berhubungan dengan beta, ~endakn)'a melakukan koreksi beta terlebih dahulu dcngan metode . koreksi yang tepat uotuk mengurangi bias bela, karena pasar modal Indonesia Iermasuk pasar yang tipis perdagangannya atau perdagangannya lldak sinkroo. 2. Dalam keputusan inves!asi sanam, investor sebaiknya mempcrhalikan beta. Tcrlebih beta historis dapat diglll1akan sebagai prediktor beta masa dcpan. Schingga dapat meningkatkan kehandalan beta dalam mengestimasi relurn inveslusLUntuk peneiitian dengan topik yang sarna disarankan unluk membuktikan kehandalan beta portofoho historis sebagai prediktor beta porto folio masa depan. Karena ada kecenderungan bahwa angka korelasinya cenderung meningkat wiring dengan jumlah beta yang masuk dalam beta portofolio

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 330 Economics > Financial Economics > Stock Exchange
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Management
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 04 May 2016 04:05
Last Modified: 04 May 2016 04:05
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/9041

Actions (login required)

View Item View Item