KAJIAN DESKRIPTIF SYSTEM KANBAN MATERIAL RAK FIX KE CONVEYOR 10 HONDA JAZZ DAN CRV Studi kasus “PT SAMI”

KUSUMA, RANGGA BUDI (2011) KAJIAN DESKRIPTIF SYSTEM KANBAN MATERIAL RAK FIX KE CONVEYOR 10 HONDA JAZZ DAN CRV Studi kasus “PT SAMI”. Other thesis, Prodi Manajemen Unika Soegijapranata.

[img] Text (COVER)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma COVER.pdf

Download (75kB)
[img] Text (BAB I)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (101kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (41kB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (204kB)
[img] Text (BAB V)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.30.0166 Rangga Budi Kusuma DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (41kB)

Abstract

Kualitas merupakan salah satu kunci utama untuk memenangkan daya saing pada era globalisasi ini. Keunggulan kualitas suatu produk harus ditunjang dengan suatu sistem yang menunjang kelancaran produksi. Kanban dapat menunjang kelancaran proses produksi suatu perusahaan. Kanban berasal dari kata Jepang yang berarti tanda. Namun secara umum kanban adalah suatu kartu yang digunakan untuk mewadahi kebutuhan bahan suku cadang dalam proses operasi. Kanban juga membuat peusahaan untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan Kanban adalah suatu sistem informasi yang secara harmonis mengendalikan "produksi produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan pada waktu yang diperlukan" dalam tiap proses manufakturing (Taiichi Ohno, 2000). PT. SAMI adalah salah satu perusahaan investasi penanaman modal asing (PMA) Jepang yang berada di kota Semarang yang berdiri pada tahun 2002 dan bergerak dibidang perakitan (Manufacturing) Wiring Harness yang memproduksi Wiring Harness mobil. Wiring harness adalah serangkaian circuit yang berfungsi sebagai suatu sistem distribusi elektrik untuk menghantar arus listrik dalam sebuah kendaraan. Wiring harness sendiri dapat dianalogikan sebagai sistem peredaran darah dalam tubuh manusia. Pada PT. SAMI telah diterapkan system kanban material yang menunjang kegiatan operasi dan produksinya untuk menghasilkan suatu kelancaran produksi dan suatu kualitas produk yang mempunyai keunggulan daya saing. Untuk mengetahui apakah system kanban material yang berjalan pada PT. SAMI sudah memenuhi syarat peraturan dasar system kanban maka peneliti dilakukan. Maka yang dilakukan peneliti adalah mengkaji sistem kanban material khususnya rak fix pada gudang menuju ke bagian produksi conveyor 10 line produksi Honda Jazz dan CRV dengan 7 peraturan dasar sistem kanban yang dikemukakan oleh Gasperaz (2002). Dan dengan tujuan apabila sistem kanban pada PT. SAMI belum memenuhi peraturan dasar dapat digunakan sebagai masukan dan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan atau kendala yang timbul pada jalannya sistem kanban tersebut, sehingga meminimalisir hal-hal yang akan menghambat kelancaran produksi, dan apabila belum memenuhi maka dapat dijadikan masukan untuk evaluasi dan guna meningkatkan sistem yang telah berjalan sehingga kelancaran produksi semakin meningkat Setelah dilakukan penelitian yaitu dengan cara mengkaji deskriptif sistem kanban material pada rak fix gudang menuju conveyor 10 bagian produksi Honda Jazz dan CRV dengan 7 peraturan dasar sistem kanban yang dikemukakan oleh Gasperaz (2002), sistem kanban pada PT. SAMI telah memenuhi 7 peraturan dasar tersebut, tetapi masih ada kendala dalam pelaksanaan beberapa point dari 7 peraturan tersebut. kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut. Beberapa kali kanban yang menempel pada maxibin telat diganti, sehingga kanban yang sudah lecek, kusam sehingga menghambat proses identifikasi kanban, dan berpengaruh pada leadtime suplai material. Kemudian petugas chorobiki masih kurang disiplin sehingga kadang jumlah material kurang atau bahkan lebih dari yang harus disuplai sesuai perintah kanban. Material cacat pun beberapa kali masih terbawa ke proses produksi Sehubungan dengan sudah terpenuhinya 7 peraturan dasar tersebut pleh PT. SAMI, dan masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaanya, maka beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Secepat mungkin mengganti kanban yang sudah rusak, kusam dan tinta memudar. Sehingga petugas chorobiki mudah dan nyaman dalam mengidentifikasi perintah kerja yang ada dalam kanban. (2) Sebaiknya pihak perusahaan dalam hal ini PT. SAMI lebih intensif dan sesering mungkin untuk mengingatkan petugas chorobiki agar lebih teliti dan disiplin lagi dalam pengambilan material, sehingga semakin meminimalisir terjadinya material cacat yang terbawa ke line produksi atau jumlah material yang tidak sesuai dengan perintah pada kanban. Sehingga tidak mengganggu lead time suplai material dan kecepatan produksi. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar proses produksi dan proses suplai material sehingga kinerjanya semakin meningkat dimasa mendatang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 658 Management
> 650 Management > 658 Management > Production Management
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Management
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 02 May 2016 06:51
Last Modified: 02 May 2016 06:51
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/8812

Actions (login required)

View Item View Item