PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR DALAM KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENIMBULKAN KORBAN JIWA (STUDI KASUS DI POLRES SEMARANG NO. POL: BP/22/XII/2014/LANTAS)

ANSELA, TERY VALERIANA (2015) PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR DALAM KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENIMBULKAN KORBAN JIWA (STUDI KASUS DI POLRES SEMARANG NO. POL: BP/22/XII/2014/LANTAS). Other thesis, Prodi Hukum Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - COVER.pdf

Download (673kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text (BAB II)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[img] Text (BAB III)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (181kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
11.20.0066 Tery Valeriana Ansela - LAMPIRAN.pdf

Download (621kB) | Preview

Abstract

Penulisan hukum dengan judul “Penegakan Hukum terhadap Anak di Bawah Umur dalam Kasus Kecelakaan yang Menimbulkan Korban Jiwa (Studi Kasus di Polres Semarang No. Pol: BP/22/XII/2014/LANTAS)” bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penegakan hukum bagi pengendara di bawah umur dalam kasus kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa dan mengetahui hambatan apa saja yang ditemui Polisi dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus kecelakaan oleh pengemudi di bawah umur. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kualitatif dengan spesifikasi penulisan deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Dari hasil penelitian ini maka dapat dipaparkan: Pertama, Polisi sebagai aparat penegak hukum dalam pelaksanaan penegakan hukum dalam melakukan penyidikan, melakukan beberapa langkah-langkah terlebih dahulu sesuai dengan Pasal 4 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012. Setelah proses penyidikan selesai dilakukan, (7 hari) kemudian dilakukan diversi di Kepolisian, bila diversi berhasil maka dibuat surat kesepakatan bersama, namun bila gagal maka dilanjutkan diversi kedua di Kejaksaan, bila masih belum berhasil maka dilakukan diversi di Pengadilan dan apabila masih belum menemukan kesepakatan maka dilanjutkan dengan sidang. Dalam kasus No. Pol: BP/22/XII/2014/LANTAS tersebut proses diversi tidak berhasil dan dilanjutkan hingga di Pengadilan dengan putusan pidana bersyarat. Kedua, hambatan dalam penegakan hukum terhadap permasalahan tersebut adalah tidak ada kerjasama yang baik antara aparat penegak hukum dan persamaan pemahaman mengenai peraturan yang ada serta fasilitas dan sumber daya personel yang kurang memadai. Diperlukan koordinasi yang baik dan pemikiran yang sepaham antara aparat penegak hukum sehingga tidak terjadi perbedaan paham dalam penanganan anak berhadapan dengan hukum. Dalam hal ini, peran orang tua dan sekolah terhadap anak juga diperlukan guna membantu penertiban lalu lintas. Kata kunci: Penegakan Hukum, Anak di Bawah Umur, Kecelakaan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 23 Oct 2015 10:03
Last Modified: 23 Oct 2015 10:03
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/4782

Actions (login required)

View Item View Item