PERLINDUNGAN HUKUM MOTIF BATIK TEGALAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF INDONESIA

MALAU, AGNES TRI INTAN (2026) PERLINDUNGAN HUKUM MOTIF BATIK TEGALAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF INDONESIA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.C1.0089 - AGNES TRI INTAN MALAU-COVER_a.pdf

Download (919kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0089 - AGNES TRI INTAN MALAU-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.C1.0089 - AGNES TRI INTAN MALAU-DAPUS_a.pdf

Download (885kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0089 - AGNES TRI INTAN MALAU-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Batik Tegalan merupakan salah satu warisan budaya yang berkembang di Kabupaten Tegal dan termasuk dalam Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang perlu memperoleh perlindungan hukum. Meskipun demikian, hingga saat ini motif Batik Tegalan belum memperoleh perlindungan hukum secara optimal karena belum dilakukan inventarisasi dan pencatatan sebagai Ekspresi Budaya Tradisional maupun Kekayaan Intelektual Komunal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap motif Batik Tegalan sebagai Ekspresi Budaya Tradisional menurut hukum positif Indonesia, pelaksanaan perlindungan hukumnya di Kabupaten Tegal, serta hambatan yang dihadapi dalam upaya perlindungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pengrajin Batik Tegalan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tegal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap motif Batik Tegalan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 tentang Kekayaan Intelektual Komunal. Namun, implementasinya belum berjalan optimal karena motif Batik Tegalan belum diinventarisasi dan dicatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional. Hambatan yang dihadapi meliputi banyaknya variasi motif Batik Tegalan, belum adanya motif yang menjadi identitas khas Batik Tegalan, belum optimalnya koordinasi dan kewenangan antar instansi pemerintah daerah, serta masih rendahnya pemahaman pengrajin mengenai perlindungan hak cipta dan Ekspresi Budaya Tradisional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan para pengrajin untuk melakukan inventarisasi, pendokumentasian, dan pencatatan Batik Tegalan sebagai Ekspresi Budaya Tradisional guna memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 30 Oct 2026 06:45
Last Modified: 30 Oct 2026 06:45
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40571
Keywords: Kata Kunci: Perlindungan hukum, Batik tegalan, Ekspresi Budaya Tradisional, Hak Cipta, Kekayaan Intelektual Komunal

Actions (login required)

View Item View Item