KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI KAWASAN KALIGAWE KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN DI BIDANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

ZEBUA, JUAN RIKARDO (2026) KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI KAWASAN KALIGAWE KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN DI BIDANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.C1.0063 - JUAN RIKARDO ZEBUA-COVER_a.pdf

Download (918kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0063 - JUAN RIKARDO ZEBUA-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.C1.0063 - JUAN RIKARDO ZEBUA-DAPUS _a.pdf

Download (943kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0063 - JUAN RIKARDO ZEBUA-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Lingkungan hidup harus dijaga dan harus dimanfaatkan dengan sebagaimana mestinya. Alih fungsi lahan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat fatal seperti banjir/rob, berkurangnya daerah resapan air, genangan. Kerusakan lingkungan ini terjadi di kawasan Kaligawe Kota Semarang. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar limpasan air dan memperparah genangan serta menimbulkan tekanan terhadap kualitas lingkungan. Permasalahan penelitian ini meliputi: pertama, bagaimana pengendalian kerusakan lingkungan hidup akibat alih fungsi lahan berdasarkan peraturan perundang-undangan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; kedua, bagaimana tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang dalam pengendalian kerusakan tersebut; dan ketiga, apa hambatan atau tantangan pelaksanaan pengendaliannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengendalian alih fungsi lahan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji kesesuaian ketentuan hukum, tanggung jawab pemerintah, hambatan pelaksanaan pengendalian kerusakan lingkungan hidup di Kawasan Kaligawe Kota Semarang. Walaupun pemerintah daerah sempat mengatasi beberapa dampak tersebut. Namun, pelaksanaannya masih belum optimal. Dikarenakan Proyek Pemerintah berupa tol laut yang di bangun di perbatasan laut dan pemukiman warga menghambat akan aliran air sehingga daerah tersebut terus-menerus banjir dan genangan air. Dengan demikian Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap pengendalian alih fungsi lahan, Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan juga penegakan hukum terhadap kerusakan yang terjadi daerah tersebut. Selanjutnya perlu untuk penerapan hukum lingkungan terhadap kerusakan lingkungan khususnya di daerah pesisir seperti di kawasan Kaligawe Kota Semarang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 30 Oct 2026 06:28
Last Modified: 30 Oct 2026 06:28
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40567
Keywords: Kerusakan, Lingkungan hidup, Alih fungsi lahan, Perlindungan dan pengelolaan

Actions (login required)

View Item View Item