PUTRA, ARIFIAN WIJAYA LANA (2026) EVALUASI REGULASI DAN KEBIJAKAN SISTEM PELAPORAN KEJADIAN POTENSIAL CEDERA UNTUK PENCEGAHAN KESALAHAN MEDIS (STUDI RS SAMARINDA MEDIKA CITRA). S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
23.C2.0113 - DAVID RUDY WIBOWO-COVER_a.pdf Download (918kB) | Preview |
|
|
Text
23.C2.0113 - DAVID RUDY WIBOWO-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
23.C2.0113 - DAVID RUDY WIBOWO-DAPUS _a.pdf Download (805kB) | Preview |
|
|
Text
23.C2.0113 - DAVID RUDY WIBOWO-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang bermutu. Menurut World Health Organization (WHO), keselamatan pasien mencakup berbagai upaya untuk mencegah serta meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko, kesalahan, maupun dampak merugikan selama proses pemberian pelayanan kesehatan. Sistem pelaporan KPC memiliki peran penting karena memberikan informasi penting bagi rumah sakit untuk meningkatkan cara kerja, memperkuat prosedur keselamatan, dan menciptakan budaya belajar (learning culture) di lingkungan pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, keberhasilan sistem pelaporan ini sangat dipengaruhi oleh regulasi, kebijakan internal rumah sakit, serta dukungan dari budaya organisasi yang mendukung transparansi. Sistem pelaporan insiden keselamatan pasien memainkan peran penting dalam mengidentifikasi risiko sebelum menyebabkan bahaya pada pasien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peraturan dan kebijakan terkait sistem pelaporan Kejadian Potensi Cedera (KPC) dalam mencegah kesalahan medis di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan peninjauan dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui reduksi data, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan nasional dan kebijakan internal rumah sakit telah menyediakan kerangka kerja untuk pelaporan KPC. Namun, masih terdapat kesenjangan antara prosedur tertulis dan implementasi, termasuk variasi pemahaman staf, konsistensi pelaporan, dan kekhawatiran mengenai konsekuensi hukum. Sistem pelaporan telah berkontribusi pada identifikasi risiko dini dan pembelajaran organisasi, tetapi penguatan budaya non-punitif, pelatihan, dan pembaruan kebijakan masih diperlukan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:26 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:26 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40441 |
| Keywords: | Kesalahan Medis, Keselamatan Pasien, Potensi Kejadian Cedera, Sistem Pelaporan |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
