PRICILIA, REBECA IVANA STEFANNY (2026) DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN DATA HUJAN SATELIT GPM IMERG (STUDI KASUS: DAS KALIGARANG). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.B1.0075 - REBECA IVANA STEFANNY PRICILIA-COVER _a.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text
22.B1.0075 - REBECA IVANA STEFANNY PRICILIA-isi _a.pdf Restricted to Registered users only Download (12MB) |
||
|
Text
22.B1.0075 - REBECA IVANA STEFANNY PRICILIA-DAPUS _a.pdf Download (848kB) | Preview |
|
|
Text
22.B1.0075 - REBECA IVANA STEFANNY PRICILIA-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (14MB) |
Abstract
Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang kerap mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, sehingga ungkapan "Semarang Kaline Banjir" menjadi gambaran yang tepat atas kondisi tersebut di setiap tahunnya. Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaligarang yang membentang mencakup wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, serta Kabupaten Kendal, memiliki riwayat kejadian banjir bandang, salah satunya pada 26 Januari 1990 akibat luapan Sungai Kaligarang dari arah Gunungpati dan Ungaran yang menimbulkan korban jiwa. Permasalahan lain yang dihadapi dalam analisis hidrologi DAS Kaligarang adalah kerusakan alat telemetri yang menyebabkan ketersediaan data curah hujan terukur yang tidak kontinu. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini menggunakan data hujan satelit GPM IMERG Final Run periode 2000–2024 sebagai alternatif data hujan yang kontinu dengan mengkaji pengaruhnya terhadap debit banjir di DAS Kaligarang. Debit banjir dihitung menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dengan analisis perubahan tata guna lahan tahun 2002, 2008, 2015, dan 2022 yang mempertimbangkan nilai koefisien limpasan komposit. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun/permukiman meningkat dari 10,86% (2002) menjadi 27,83% (2022), yang menyebabkan nilai koefisien limpasan komposit meningkat secara konsisten seiring perubahan tata guna lahan, yaitu 0,34 (2002), 0,37 (2008), 0,39 (2015), dan 0,41 (2022). Perubahan tersebut menghasilkan debit banjir sebesar 152,36 m³/s (23 Februari 2002), 169,95 m³/s (2 November 2008), 193,98 m³/s (1 Mei 2015), dan 206,80 m³/s (13 Juli 2022). Debit banjir rancangan berdasarkan berbagai kala ulang, yang menghasilkan debit puncak sebesar 222,58 m³/s (2 tahun), 275,36 m³/s (5 tahun), 312,66 m³/s (10 tahun), 362,50 m³/s (25 tahun), dan 401,65 m³/s (50 tahun). Selain itu, simulasi debit banjir menggunakan hujan rancangan pada kala ulang 25 tahun dengan penyesuaian koefisien limpasan komposit menyebabkan kenaikan debit sebesar 22,47%, yaitu 295,99 m³/s pada tahun 2002 menjadi 362,50 m³/s pada tahun 2022. Hal ini membuktikan bahwa perubahan tata guna lahan berpengaruh positif terhadap peningkatan potensi debit banjir di DAS Kaligarang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:08 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:08 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40414 |
| Keywords: | DAS Kaligarang, tata guna lahan, HSS Nakayasu, debit banjir, GPM IMERG |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
