KUSUMA, FARHAN PUTRA and AFANDI, BAGAS WAHYU (2026) ANALISIS KINERJA LAYAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI DITINJAU MENGGUNAKAN BEBAN GEMPA SNI 1726:2019 (STUDI KASUS: GEDUNG X DI KOTA SEMARANG). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.B1.0060 - FARHAN PUTRA KUSUMA-22.B1.0061 - BAGAS WAHYU AFANDI-COVER_a.pdf Download (947kB) | Preview |
|
|
Text
22.B1.0060 - FARHAN PUTRA KUSUMA-22.B1.0061 - BAGAS WAHYU AFANDI-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
22.B1.0060 - FARHAN PUTRA KUSUMA-22.B1.0061 - BAGAS WAHYU AFANDI-DAPUS _a.pdf Download (857kB) | Preview |
|
|
Text
22.B1.0060 - FARHAN PUTRA KUSUMA-22.B1.0061 - BAGAS WAHYU AFANDI-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (17MB) |
Abstract
Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan mendorong pemanfaatan bangunan eksisting melalui penambahan lantai sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan ruang. Penambahan lantai menyebabkan bertambahnya massa dan tinggi struktur sehingga berpotensi memengaruhi respons seismik serta kapasitas elemen struktur. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap kinerja struktur untuk memastikan bangunan tetap memenuhi persyaratan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layan struktur Gedung X di Kota Semarang setelah penambahan satu lantai berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019, serta mengevaluasi kapasitas elemen struktur setelah menerima beban tambahan. Penelitian dilakukan menggunakan pemodelan tiga dimensi pada perangkat lunak ETABS 22 dengan metode analisis respons spektrum. Parameter yang dievaluasi meliputi periode getar, partisipasi massa ragam, gaya geser dasar, simpangan antar lantai (story drift), efek P-Delta, serta kapasitas fondasi, kolom, dan balok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi bangunan memiliki parameter gempa SS = 0,911 g, S1 = 0,391 g, kelas situs SE, dan termasuk Kategori Desain Seismik D. Analisis modal menghasilkan periode fundamental sebesar 2,132 detik pada arah X dan 2,007 detik pada arah Y, dengan akumulasi partisipasi massa sebesar 98,6% pada arah X dan 96,16% pada arah Y, sehingga memenuhi persyaratan minimum 90% sesuai SNI 1726:2019. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai story drift dan koefisien stabilitas P-Delta (θ) masih berada di bawah batas izin, sehingga kinerja layan struktur dinyatakan memenuhi persyaratan. Evaluasi kapasitas elemen menunjukkan bahwa fondasi dan kolom masih memenuhi persyaratan kekuatan, pada elemen balok diperlukan perkuatan menggunakan metode concrete jacketing, dengan mengubah dimensi penampang balok dari 300 × 750 mm menjadi 350 × 800 mm dan 300 × 800 mm menjadi 350 × 850 mm pada elemen lainnya. Perubahan dimensi tersebut dilakukan untuk memenuhi persyaratan kapasitas lentur dan geser. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan satu lantai masih memenuhi persyaratan kinerja seismik Gedung X, namun diperlukan perkuatan pada beberapa elemen balok untuk menjamin keamanan struktur setelah penambahan lantai.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:08 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:08 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40412 |
| Keywords: | penambahan lantai, kinerja struktur, respons spektrum, ETABS, story drift, P-Delta. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
