PUTRA, AUODY ABNER EKA and KURNIAWAN, YUSUF (2026) ANALISIS KEKERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF RUN (STUDI KASUS : DAS BODRI). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
19.B1.0044 - AUODY ABNER EKA PUTRA - 19.B1.0045 - YUSUF KURNIAWAN-COVER_a.pdf Download (721kB) | Preview |
|
|
Text
19.B1.0044 - AUODY ABNER EKA PUTRA-19.B1.0045 - YUSUF KURNIAWAN-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
19.B1.0044 - AUODY ABNER EKA PUTRA-19.B1.0045 - YUSUF KURNIAWAN-DAPUS _a.pdf Download (603kB) | Preview |
|
|
Text
19.B1.0044 - AUODY ABNER EKA PUTRA-19.B1.0045 - YUSUF KURNIAWAN-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (13MB) |
Abstract
Kekeringan merupakan salah satu permasalahan hidrologi yang memberikan dampak cukup besar terhadap ketersediaan sumber daya air, khususnya pada wilayah daerah aliran sungai (DAS). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi kekeringan di DAS Bodri dengan menerapkan metode Theory of Run yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Sipil No. Pd T-02-2004-A Tahun 2004. Parameter kekeringan yang dianalisis meliputi nilai surplus defisit, indeks kekeringan, dan klasifikasi kekeringan. Perhitungan ini menggunakan data curah hujan selama 15 tahun (2009-2023) dari enam stasiun, yaitu Stasiun Juwero, Banyuringin, Patean Curug, Karangtengah, Kaligading, dan Kedung Asem. Berdasarkan hasil perhitungan dari keenam stasiun pengamatan, nilai surplus bulanan terbesar terjadi di Stasiun Patean Curug sebesar 1203,49 mm yang terjadi pada bulan November tahun 2017, sedangkan nilai defisit bulanan terbesar terjadi di Stasiun Banyuringin sebesar -442,4 mm yang terjadi pada bulan November tahun 2014. Durasi kekeringan bulanan terpanjang terjadi di Stasiun Patean Curug selama 20 bulan, yang terjadi dari bulan Agustus tahun 2014 sampai bulan Maret tahun 2016. Jumlah kekeringan bulanan terbesar terjadi di Stasiun Kaligading dengan jumlah kekeringan kumulatif sebesar -2636,66 mm (defisit), yang terjadi pada bulan Mei tahun 2016. Hasil visualisasi peta klasifikasi tingkat kekeringan bulanan pada DAS bodri menunjukan bahwa terdapat beberapa daerah kecamatan yang mengalami kondisi paling rawan kekeringan, yaitu Kecamatan Patebon mengalami kondisi “Amat Sangat Kering” sebanyak 9 kali, kondisi “Sangat Kering” sebanyak 5 kali, kondisi “Kering” sebanyak 1 kali. Kecamatan Tretep mengalami kondisi “Amat Sangat Kering” sebanyak 9 kali, kondisi “Sangat Kering” sebanyak 4 kali, kondisi “Kering” sebanyak 2 kali. Kecamatan Wonoboyo mengalami kondisi “Amat Sangat Kering” sebanyak 9 kali, kondisi “Sangat Kering” sebanyak 4 kali, kondisi “Kering” sebanyak 2 kali. Kecamatan Kandangan mengalami kondisi “Amat Sangat Kering” sebanyak 8 kali, kondisi “Sangat Kering” sebanyak 5 kali, kondisi “Kering” sebanyak 2 kali. dan Kecamatan Sumowono mengalami kondisi “Amat Sangat Kering” sebanyak 8 kali, kondisi “Sangat Kering” sebanyak 4 kali, kondisi “Kering” sebanyak 3 kali.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:05 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:05 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40397 |
| Keywords: | DAS Bodri, indeks kekeringan, kekeringan, klasifikasi kekeringan, theory of run |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
