HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG

CHRISTY, YOVITA JUNIATI (2026) HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.P1.0030 - YOVITA JUNIATI CHRISTY-COVER_a.pdf

Download (991kB) | Preview
[img] Text
22.P1.0030 - YOVITA JUNIATI CHRISTY-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.P1.0030 - YOVITA JUNIATI CHRISTY-DAPUS_a.pdf

Download (831kB) | Preview
[img] Text
22.P1.0030 - YOVITA JUNIATI CHRISTY-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia pra lansia. Kondisi hiperglikemia kronis pada kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya gangguan fungsi kognitif yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Kadar HbA1c sebagai indikator kontrol glikemik jangka panjang diduga berperan dalam penurunan fungsi kognitif, namun hasil penelitian masih bervariasi dan terbatas pada populasi usia pra lansia di layanan kesehatan primer. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kejadian gangguan fungsi kognitif pada pasien DM tipe 2 usia pra lansia di Puskesmas Pandanaran Semarang. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 65 responden berusia 45-59 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data kadar HbA1c diperoleh dari rekam medis, sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan instrumen MoCA-Ina. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian : Mayoritas responden memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (67,7%) dan mengalami gangguan fungsi kognitif (72,3%). Pada kelompok HbA1c tidak terkontrol, sebagian besar mengalami gangguan fungsi kognitif (63,1%), sedangkan pada HbA1c terkontrol mayoritas tidak mengalami gangguan (23,1%). Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,001). Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan kejadian gangguan fungsi kognitif pada pasien DM tipe 2 di usia pralansia, dengan kelompok HbA1c tidak terkontrol lebih banyak mengalami gangguan fungsi kognitif.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health
Divisions: Faculty of Medicine
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 08:02
Last Modified: 22 Oct 2026 08:02
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40391
Keywords: HbA1c, DM tipe 2, fungsi kognitif, usia pra lansia

Actions (login required)

View Item View Item