AJI, SHEILLA VITA KUMALA (2026) HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN BAROKATUL QUR’AN KABUPATEN DEMAK. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.P1.0027 - SHEILLA VITA KUMALA AJI-COVER_a.pdf Download (988kB) | Preview |
|
|
Text
22.P1.0027 - SHEILLA VITA KUMALA AJI-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
22.P1.0027 - SHEILLA VITA KUMALA AJI-DAPUS_a.pdf Download (775kB) | Preview |
|
|
Text
22.P1.0027 - SHEILLA VITA KUMALA AJI-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei var. hominis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi seperti pondok pesantren. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian skabies adalah status gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Barokatul Qur'an Kabupaten Demak. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 santri berusia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data status gizi diperoleh melalui perhitungan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) menggunakan Z-score, sedangkan kejadian skabies ditentukan melalui kuesioner gejala skabies dan pemeriksaan fisik terhadap lesi khas skabies. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 42 responden (52,5%), sedangkan 23 responden (28,7%) memiliki status gizi underweight dan 15 responden (18,8%) memiliki status gizi overweight. Kejadian skabies ditemukan pada 33 responden (41,3%), sedangkan 47 responden (58,8%) tidak mengalami skabies. Pada kelompok status gizi normal, proporsi responden yang mengalami skabies sebesar 23,8%, sedangkan pada kelompok overweight sebesar 60,0% dan underweight sebesar 60,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Barokatul Qur'an Kabupaten Demak. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian skabies pada santri Pondok Pesantren Barokatul Qur'an Kabupaten Demak. Santri dengan status gizi underweight maupun overweight memiliki proporsi kejadian skabies yang lebih tinggi dibandingkan santri dengan status gizi normal. Upaya pencegahan skabies di lingkungan pesantren perlu dilakukan penerapan personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang baik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:02 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:02 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40389 |
| Keywords: | status gizi, skabies, pondok pesantren, IMT/U, remaja. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
