MUNANDAR, NOVELANTINO CHARISMA (2026) HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN KADAR HBA1C PADA PASIEN OBESITAS DI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.P1.0006 - NOVELANTINO CHARISMA MUNANDAR-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0006 - NOVELANTINO CHARISMA MUNANDAR-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.P1.0006 - NOVELANTINO CHARISMA MUNANDAR-DAPUS_a.pdf Download (861kB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0006 - NOVELANTINO CHARISMA MUNANDAR-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Obesitas sentral yang ditandai dengan akumulasi lemak viseral di area intra-abdominal telah terbukti aktif dalam mensekresi sitokin proinflamasi dan memicu resistensi insulin. Lingkar pinggang merupakan metode antropometri praktis dan non-invasif yang memiliki nilai prediktif lebih kuat dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam mengestimasi risiko gangguan metabolik. Pemantauan kadar Glycated Hemoglobin (HbA1c) menjadi pilar inti dalam mengukur stabilitas kontrol glikemik jangka panjang pada populasi obesitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara ukuran lingkar pinggang dengan kadar HbA1c pada pasien obesitas di Rumah Sakit Baptis Batu Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada periode Juni–Juli 2026 di Rumah Sakit Baptis Batu. Pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 73 pasien obesitas berusia ≥ 40 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik subjek dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman(p<0,05). Hasil: Rerata usia subjek adalah 49,01 ± 7,60 tahun, didominasi oleh perempuan (69,9%), dengan rerata IMT 27,93 ±1,92 kg/m². Seluruh subjek penelitian (100%) mengalami obesitas sentral dengan rerata lingkar pinggang sebesar 93,55 ±8,61 cm. Karakteristik status glikemik menunjukkan 57,5% subjek berkategori normal, 28,8% prediabetes, dan 13,7% diabetes. Analisis hubungan karakteristik menunjukkan usia berkaitan bermakna dengan kadar HbA1c (p<0,001), sedangkan jenis kelamin (p=0,624) dan IMT (p=0,256) tidak berhubungan signifikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna secara statistik antara lingkar pinggang dengan kadar HbA1c (p=0,003) dengan kekuatan hubungan yang lemah (r=0,323). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan lemah antara ukuran lingkar pinggang dan kadar HbA1c pada pasien obesitas di Rumah Sakit Baptis Batu. Semakin besar ukuran lingkar pinggang seseorang, maka cenderung semakin tinggi pula kadar HbA1c (status glikemik jangka panjangnya). Pengukuran lingkar pinggang disarankan untuk rutin diterapkan sebagai instrumen penapisan kardiometabolik sekunder.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 07:56 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 07:56 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40385 |
| Keywords: | Obesitas Sentral, Lingkar Pinggang, HbA1c, Rumah Sakit Baptis Batu. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
