PERAN KEPEMILIKAN ASING DALAM MEMODERASI HUBUNGAN ANTARA KINERJA ESG DAN NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN TERCATAT DI INDONESIA DAN FILIPINA

SAPUTRO, SURYA ADI (2026) PERAN KEPEMILIKAN ASING DALAM MEMODERASI HUBUNGAN ANTARA KINERJA ESG DAN NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN TERCATAT DI INDONESIA DAN FILIPINA. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.G3.0012 - SURYA ADI SAPUTRO-COVER_a.pdf

Download (778kB) | Preview
[img] Text
22.G3.0012 - SURYA ADI SAPUTRO-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
22.G3.0012 - SURYA ADI SAPUTRO-DAPUS_a.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text
22.G3.0012 - SURYA ADI SAPUTRO-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah paradoks hubungan antara kinerja Environment, Social, and Governance (ESG) dan nilai perusahaan pada sektor manufaktur di Indonesia dan Filipina selama periode 2019–2023. Menggunakan perspektif teori keagenan, teori sinyal, dan Resource-Based View (RBV), penelitian ini secara khusus menguji peran kepemilikan asing sebagai validator eksternal melalui pendekatan stratifikasi non-linear (Low, Medium, High). Dengan sampel balanced panel sebanyak 245 observasi, data penelitian dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model efek moderasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kinerja ESG secara langsung tidak memberikan dampak positif signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengonfirmasi berlakunya Trade- off Theory di pasar negara berkembang. Namun, kepemilikan asing terbukti memoderasi hubungan tersebut secara non-linear, di mana ditemukan fenomena “Sweet Spot” pada klaster Medium (33%–67%). Pada tingkat ini, investor asing memiliki kekuatan hukum (blocking minority) yang paling efisien untuk memvalidasi sinyal ESG dan menekan asimetri informasi. Secara komparatif, ditemukan divergensi preferensi institusional: pasar Indonesia lebih sensitif terhadap pilar Sosial, sementara pasar Filipina lebih mengapresiasi pilar Lingkungan. Selain itu, pilar sosial terbukti menjadi sinyal resiliensi yang krusial selama masa pandemi COVID-19 (2020–2021). Penelitian ini memberikan implikasi bagi investor dan regulator mengenai pentingnya integrasi risiko non-finansial dalam menilai kelangsungan usaha entitas.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management > 657 Accounting
Divisions: Graduate Program in Accountancy
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 05:37
Last Modified: 22 Oct 2026 05:37
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40332
Keywords: Kata Kunci: Kinerja ESG, Nilai Perusahaan (Tobin’s Q), Kepemilikan Asing, Sweet Spot, Industri Manufaktur, Indonesia, Filipina

Actions (login required)

View Item View Item