ARDIANIE, QANITA KHANSYA (2026) SEKOLAH PILOT DI BANDARA GADING KABUPATEN GUNUNGKIDUL. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.A1.0116 - QANITA KHANSYA ARDIANIE - COVER_1.pdf Download (514kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0116 - QANITA KHANSYA ARDIANIE - DAPUS_1.pdf Download (473kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0116 - QANITA KHANSYA ARDIANIE - ISI_1.pdf Restricted to Registered users only Download (16MB) |
||
|
Text
22.A1.0116 - QANITA KHANSYA ARDIANIE - LAMP_1.pdf Restricted to Registered users only Download (423kB) |
Abstract
Sektor penerbangan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada periode 2020–2024, didorong oleh peningkatan jumlah penumpang domestik dan internasional. Hal ini memicu kebutuhan mendesak akan penambahan armada pesawat dan ketersediaan sumber daya manusia profesional, khususnya pilot. Sedangkan lulusan pilot dari sekolah di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tahunan yang diperkirakan mencapai 200–300 orang, sehingga berpotensi membuka peluang bagi masuknya tenaga kerja asing. Kekurangan ini menyoroti perlunya solusi strategis untuk memperkuat kapasitas pendidikan pilot di Indonesia. Menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan pendirian sekolah pilot baru dengan memanfaatkan Bandara Gading di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini, bandara tersebut kurang dimaksimalkan fungsinya sebagai prasarana penerbangan dan lebih sering digunakan untuk kegiatan non-penerbangan. Pemanfaatan Bandara Gading sebagai fasilitas pelatihan sekolah pilot menawarkan keuntungan operasional yang signifikan, seperti ruang latihan menerbangkan pilot yang tidak terganggu oleh penerbangan komersial. Hal ini berbeda dengan beberapa sekolah pilot lain yang beroperasi di bandara komersial, di mana jadwal latihan sering kali harus disesuaikan dengan lalu lintas penerbangan umum, sehingga membatasi jam terbang yang efisien. Dari aspek legalitas, Bandara Gading merupakan aset militer milik TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) akan diterapkan, sesuai dengan Peraturan Panglima TNI No. 49 Tahun 2015. Skema ini memungkinkan pemanfaatan aset militer yang tidak digunakan secara maksimal oleh pihak non-militer dalam jangka panjang, memberikan kepastian hukum dan keuntungan ekonomi bagi negara. Kerangka kerja ini memastikan bahwa investasi dalam sekolah pilot memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan. Secara arsitektural, rancangan Sekolah Pilot ini mengutamakan penerapan konsep Arsitektur Modern yang dipadukan dengan sentuhan simbolik. Pendekatan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan karakter visual pada banyak sekolah pilot di Indonesia yang selama ini cenderung hanya menonjolkan fungsi tanpa menghadirkan identitas bangunan yang kuat. Melalui pengolahan bentuk-bentuk modern, geometris, serta elemen futuristik yang terinspirasi dari dunia aviasi, bangunan dirancang agar tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga dapat mencerminkan bangunan penerbangan. Desain tersebut didukung oleh perencanaan kawasan yang mempertimbangkan segregasi akses, konfigurasi tapak, serta kualitas kenyamanan ruang pada Sekolah Pilot.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 05:21 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 05:21 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40319 |
| Keywords: | Arsitektur Modern, Bandara Gading, Segregasi Akses, Konfigurasi Tapak, Sekolah Pilot |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
