MORENO, MUHAMMAD BINTANG (2026) REVITALISASI KAWASAN STASIUN SJS DEMAK SEBAGAI MUSEUM SEJARAH KERETA API. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.A1.0103 - MUHAMMAD BINTANG MORENO-COVER_a.pdf Download (824kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0103 - MUHAMMAD BINTANG MORENO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text
22.A1.0103 - MUHAMMAD BINTANG MORENO-DAPUS_a.pdf Download (753kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0103 - MUHAMMAD BINTANG MORENO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Kabupaten Demak dikenal sebagai destinasi wisata religi, namun di sisi lain memiliki warisan sejarah perkeretaapian berupa eks Stasiun Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) Demak yang saat ini berada dalam kondisi terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya nilai sejarah serta identitas kawasan apabila tidak dilakukan upaya pelestarian. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan merevitalisasi kawasan eks Stasiun SJS Demak menjadi Museum Sejarah Kereta Api sebagai sarana pelestarian warisan budaya, edukasi, rekreasi, serta diversifikasi destinasi wisata di Kabupaten Demak. Metode perancangan menggunakan pendekatan adaptive reuse untuk mempertahankan dan mengoptimalkan bangunan stasiun eksisting, yang dipadukan dengan strategi infill building sebagai penambahan massa bangunan baru guna mengakomodasi kebutuhan fungsi museum modern tanpa menghilangkan karakter arsitektur kolonial. Konsep living museum diterapkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif melalui ruang pamer permanen, galeri tematik, ruang multimedia, area simulasi, fasilitas edukasi, ruang publik, serta fasilitas pendukung lainnya. Hasil perancangan menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan mampu menghidupkan kembali fungsi bangunan bersejarah melalui pengembangan ruang yang tetap menghormati nilai historis sekaligus memenuhi kebutuhan fungsional masa kini. Penataan kawasan juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek sirkulasi, zonasi, kenyamanan termal, mitigasi banjir, pengendalian iklim mikro, serta ekspresi arsitektur industrial yang tetap selaras dengan karakter bangunan cagar budaya. Kehadiran Museum Sejarah Kereta Api Demak diharapkan tidak hanya menjadi media pelestarian sejarah perkeretaapian, tetapi juga menjadi ruang publik edukatif yang mampu meningkatkan daya tarik pariwisata, memperkuat identitas kawasan, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan kembali aset warisan budaya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:56 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:56 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40311 |
| Keywords: | adaptive reuse, cagar budaya, infill building, revitalisasi, Stasiun SJS Demak |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
