INDRAWAN, CLARISSA FREDA FEDORA (2026) PUSAT PELAYANAN HARIAN LANSIA DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.A1.0083 - CLARISSA FREDA FEDORA INDRAWAN-COVER_a.pdf Download (831kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0083 - CLARISSA FREDA FEDORA INDRAWAN-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
||
|
Text
22.A1.0083 - CLARISSA FREDA FEDORA INDRAWAN-DAPUS_a.pdf Download (771kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0083 - CLARISSA FREDA FEDORA INDRAWAN-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (680kB) |
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kota Semarang menunjukkan bahwa kota ini sedang memasuki era ageing population. Pada tahun 2023, jumlah lansia mencapai sekitar 209 ribu jiwa atau 12,36% dari total penduduk. Meskipun pelayanan bagi lansia telah tersedia melalui puskesmas, posyandu lansia, dan layanan geriatri, fasilitas yang ada masih berfokus pada aspek kesehatan sehingga belum mampu mewadahi kebutuhan lansia secara menyeluruh, baik dalam aktivitas sosial, rehabilitasi medis, maupun peningkatan kualitas hidup. Oleh karena itu, dirancang Pusat Pelayanan Harian Lansia di Kota Semarang sebagai fasilitas terpadu yang menggabungkan pelayanan sosial, rehabilitasi medis, serta layanan short stay untuk mendukung lansia tetap aktif, sehat, mandiri, dan produktif. Perancangan menggunakan pendekatan Active Aging berdasarkan tiga pilar utama World Health Organization (WHO), yaitu Health, Participation, dan Security, dengan penerapan tema Arsitektur Organik. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep healing environment pada ruang dalam dan ruang luar, penyediaan enabling garden dan therapeutic garden, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material dan warna yang aman bagi lansia, integrasi elemen alam, serta penerapan prinsip universal design untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mudah diakses. Organisasi ruang dirancang menggunakan pola cluster pada zona pelayanan sosial dan pola linear pada zona rehabilitasi medis sehingga mampu mendukung efektivitas kegiatan serta kemudahan orientasi bagi lansia. Lokasi proyek dipilih di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang berdasarkan analisis jumlah lansia, aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan kedekatan terhadap fasilitas kesehatan. Hasil perancangan menghasilkan pusat pelayanan harian yang mampu mengintegrasikan pelayanan sosial, rehabilitasi medis, dan ruang interaksi dalam lingkungan yang nyaman, aman, serta responsif terhadap karakteristik fisik dan psikologis lansia. Melalui penerapan konsep Active Aging dan Arsitektur Organik, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia, mendorong partisipasi sosial, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang ramah lansia di Kota Semarang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:51 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40305 |
| Keywords: | Pusat Pelayanan Harian Lansia, Active Aging, Arsitektur Organik, Healing Environment, Kota Semarang. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
