ECO-RESORT APUNG MODULAR DI KARIMUNJAWA, JEPARA

MAHARANI, SYIFA ALIFIA (2026) ECO-RESORT APUNG MODULAR DI KARIMUNJAWA, JEPARA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.A1.0038 - SYIFA ALIFIA MAHARANI-COVER_a.pdf

Download (886kB) | Preview
[img] Text
22.A1.0038 - SYIFA ALIFIA MAHARANI-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (26MB)
[img]
Preview
Text
22.A1.0038 - SYIFA ALIFIA MAHARANI-DAPUS_a.pdf

Download (818kB) | Preview
[img] Text
22.A1.0038 - SYIFA ALIFIA MAHARANI-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (955kB)

Abstract

Pariwisata pantai merupakan sektor wisata yang sangat berkembang karena tingginya minat wisatawan terhadap rekreasi pesisir. Indonesia memiliki potensi besar di bidang ini berkat posisinya sebagai negara kepulauan, yang salah satunya adalah Karimunjawa yang merupakan salah satu Taman Nasional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Potensi alam yang dimiliki oleh Taman Nasional Karimunjawa berupa perairan yang masih jernih dan terumbu karang, pantai pasir putih, terumbu karang, padang lamun, hutan tropis, hutan pantai, dan mangrove. Dengan potensi alam tersebut, Taman Nasional Karimunjawa memiliki prospek yang besar untuk menjadi kawasan tujuan wisata. Namun, seiring bertambahnya wisatawan tiap tahunnya, tidak diimbangi dengan penambahan jumlah akomodasi seperti hotel dan resort. Selain itu, status kawasan yang dilindungi tidak memungkinkan untuk mengambil material dari area setempat. Oleh karena itu, tujuan perancangan ini adalah untuk merancang resort yang dapat dijadikan tempat penginapan sebagai penunjang kegiatan pariwisata dan menjaga keberlanjutan ekologis dengan menerapkan prinsip arsitektur apung modular di Karimunjawa. Kawasan yang diambil berada di Pantai Tanjung Gelam, yang memiliki akses darat menuju pelabuhan utama. Kawasan ini berjarak sekitar 15 menit ditempuh melalui jalur darat dengan kendaraan bermotor. Tapak terpilih berada di arah selatan pantai tersebut. Pengguna bangunan meliputi pengunjung non residen, pengunjung residen, pengelola, dan karyawan. Resort apung ini dapat memuat kapasitas 40 orang pengunjung non residen dan 40 orang pengunjung residen, menyediakan fasilitas berupa restoran dan ruang pertemuan yang dibuka untuk publik, serta bar, kolam renang, spa, sauna, hingga 16 buah villa. Dari kendala dan potensi yang ada antara tuntutan bangunan dengan aspek pengguna, tapak, lingkungan luar tapak, lingkungan masyarakat, dan keberadaan teknologi, ditemukan tiga permasalahan utama dalam perancangan resort apung modular ini, yakni bagaimana merancang struktur apung modular yang dapat menjaga ekosistem air, bagaimana mengintegrasi ruang dalam dan ruang luar sebagai poin penjualan yang dicari pengunjung, serta bagaimana bangunan merespon kondisi lingkungan pantai seperti suhu dan angin untuk meningkatkan kenyamanan termal pengguna. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pendekatan arsitektur yang digunakan adalah arsitektur ekologis, dengan tema arsitektur biofilik. Desain bangunan, baik ruang luar maupun ruang dalam sebisa mungkin menerapkan 14 prinsip desain biofilik. Sementara dari segi struktur menggunakan tipe struktur yang modularitasnya tinggi, seperti struktur apung modular untuk pondasi bangunan, baja untuk kolom, dan space frame single layer untuk atap ruangan yang membutuhkan bentang lebar.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:18
Last Modified: 19 Oct 2026 02:18
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40277
Keywords: apung,, ekologis, Karimunjawa, modular, resort

Actions (login required)

View Item View Item