Konsumsi banyak obat sekaligus demi sembuhkan penyakit: Apa akibatnya?

Sutanto, Eviana Budiartanti and Sebong, Perigrinus Hermin (2025) Konsumsi banyak obat sekaligus demi sembuhkan penyakit: Apa akibatnya? the conversation.

[img]
Preview
Text
Konsumsi banyak obat sekaligus demi sembuhkan penyakit_ Apa akibatnya_.pdf

Download (609kB) | Preview

Abstract

Jumlah penduduk lansia (lanjut usia) di Indonesia terus bertambah. Sensus Penduduk Indonesia tahun 2023, memperkirakan jumlah lansia mencapai 29 juta jiwa. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi jumlah lansia akan terus bertambah menjadi 50 juta jiwa pada 2045. Bertambahnya jumlah lansia turut meningkatkan jumlah kasus multimorbiditas (pasien mengidap dua atau lebih penyakit). Ini disebabkan fungsi organ, sel, dan jaringan tubuh kita semakin menurun ketika menua. Kondisi tersebut berisiko memicu peradangan kronis yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan di masa tua, seperti gangguan jantung, demensia, diabetes, hingga radang sendi. Lansia dengan banyak penyakit memiliki kecenderungan melakukan polifarmasi (mengonsumsi lima atau lebih obat-obatan secara bersamaan). Penelitian tahun 2024 mengungkapkan bahwa jumlah pasien polifarmasi mencapai tiga miliar pasien di seluruh dunia. Lansia merupakan kelompok yang paling dominan mengonsumsi banyak obat- obatan sekaligus, disusul dengan orang dewasa muda yang berisiko mengalami penyakit. Pada dasarnya, proses pengobatan polifarmasi bertujuan untuk menyembuhkan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, mengurangi bahayanya, serta meningkatkan harapan hidup pasien. Namun, di sisi lain, praktik ini juga berisiko membahayakan kesehatan.

Item Type: Article
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health > Experimental Medicine
Divisions: Faculty of Medicine
Depositing User: Ms Eviana Budiartanti Sutanto
Date Deposited: 13 Oct 2026 06:05
Last Modified: 13 Oct 2026 06:05
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40210
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item