ARIEL, THERESA PUTRI (2026) KESEJAHTERAAN SOSIAL PADA REMAJA PENYINTAS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.E1.0056-THERESA PUTRI ARIEL-COVER_a.pdf Download (851kB) | Preview |
|
|
Text
21.E1.0056-THERESA PUTRI ARIEL-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.E1.0056-THERESA PUTRI ARIEL-DAPUS _a.pdf Download (973kB) | Preview |
|
|
Text
21.E1.0056-THERESA PUTRI ARIEL-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran kesejahteraan sosial pada remaja penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap tiga partisipan remaja berusia 14 tahun (kelas VIII SMP), terdiri dari satu laki-laki berinisial R dengan riwayat kekerasan fisik dan verbal, satu perempuan berinisial C dengan riwayat kekerasan fisik dan verbal, serta satu perempuan berinisial D dengan riwayat kekerasan verbal. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka kesejahteraan sosial dari Corey L. M. Keyes yang meliputi social integration, social acceptance, social actualization, social coherence, dan social contribution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan sosial pada partisipan terbentuk dengan kualitas yang tidak merata pada setiap aspek. Social integration berada pada tingkat kurang optimal hingga optimal, dengan keterhubungan sosial yang tidak selalu diikuti oleh kedekatan emosional. Social acceptance berada pada kondisi terbatas pada seluruh partisipan, yang ditandai dengan selektivitas dalam relasi serta kehati-hatian dalam membangun kepercayaan. Social actualization berada pada tingkat cukup berkembang hingga optimal dalam lingkungan tertentu yang dirasa aman. Social coherence berada pada tingkat cukup baik hingga kuat, yang terlihat dari kemampuan memahami dinamika sosial dan perbedaan individu. Social contribution berada pada tingkat optimal dalam konteks relasi interpersonal. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan berkaitan dengan kualitas kesejahteraan sosial, khususnya pada aspek relasi yang menunjukkan keterbatasan dalam keterhubungan dan penerimaan sosial. Pola relasi yang terbentuk bersifat selektif dan ditandai dengan pembatasan kedekatan emosional. Kesejahteraan sosial pada partisipan mencerminkan proses adaptasi dalam mempertahankan keterlibatan sosial dengan batasan yang jelas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Department of Psychology |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 28 May 2026 06:16 |
| Last Modified: | 28 May 2026 06:16 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39855 |
| Keywords: | kesejahteraan sosial, remaja, kekerasan keluarga, studi kualitatif |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
