PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE MELALUI REHABILITASI DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (STUDI KASUS NOMOR: PDM-/Semar/Enz.2/ 8/2024 DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA SEMARANG)

SIMARMATA, JHONATAN (2026) PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE MELALUI REHABILITASI DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (STUDI KASUS NOMOR: PDM-/Semar/Enz.2/ 8/2024 DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA SEMARANG). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.C1.0077-JHONATAN SIMARMATA-COVER_a.pdf

Download (945kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0077-JHONATAN SIMARMATA-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.C1.0077-JHONATAN SIMARMATA-DAPUS _a.pdf

Download (876kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0077-JHONATAN SIMARMATA-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pendekatan pemidanaan terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Indonesia masih didominasi paradigma punitif yang berdampak pada overcrowding lembaga pemasyarakatan serta kurang optimalnya pemulihan pelaku sebagai korban ketergantungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan restorative justice melalui rehabilitasi di Kejaksaan Negeri Kota Semarang, khususnya pada Studi Kasus Nomor: PDM-/Semar/Enz.2/8/2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Jaksa Penuntut Umum, dokumentasi serta studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice melalui rehabilitasi dalam Studi Kasus Nomor PDM-/Semar/Enz.2/8/2024 telah dilakukan sesuai pedoman, namun implementasinya masih sangat terbatas. Hambatan utama meliputi dualisme pengaturan hukum, keterbatasan sarana rehabilitasi, pertimbangan diskresi penuntutan, serta faktor budaya hukum aparat penegak hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pendekatan restorative justice melalui rehabilitasi memerlukan harmonisasi regulasi dan penguatan komitmen kelembagaan. Disarankan adanya sinkronisasi aturan oprasional dan peningkatan fasilitas rehabilitasi guna mendukung penegakan hukum yang lebih humanis dan efektif.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 26 May 2026 03:16
Last Modified: 26 May 2026 03:16
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39793
Keywords: Restorative Justice, Rehabilitasi, Penyalahgunaan Narkotika

Actions (login required)

View Item View Item