RABTAH SEBAGAI SOCIAL CAPITAL JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA (JAI) SEMARANG UNTUK MENJAGA PERDAMAIAN ANTARUMAT BERAGAMA

ANJANA, ALBERTUS RENOGALIH (2026) RABTAH SEBAGAI SOCIAL CAPITAL JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA (JAI) SEMARANG UNTUK MENJAGA PERDAMAIAN ANTARUMAT BERAGAMA. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
22.M1.0029 - ALBERTUS RENOGALIH ANJANA-COVER _a.pdf

Download (969kB) | Preview
[img] Text
22.M1.0029 - ALBERTUS RENOGALIH ANJANA-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.M1.0029 - ALBERTUS RENOGALIH ANJANA-DAPUS _a.pdf

Download (736kB) | Preview
[img] Text
22.M1.0029 - ALBERTUS RENOGALIH ANJANA-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)

Abstract

Rabtah menjadi modal sosial Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai jembatan dalam menjalin hubungan interaksi komunikasi kepada kelompok dominan untuk menciptakan perdamaian antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan teori co-cultural Mark Orbe yang dipadukan dengan teori social capital Robert D. Putnam sebagai teori yang membahas hubungan interaksi komunikasi dari aliran keagamaan minoritas dengan masyarakat dan umat beragama mayoritas. Penelitian ini berfokus pada bentuk bridging social capital Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang yang dikategorikan dalam kuadran interaksi komunikasi co-cultural bentuk assertive assimilation dan accommodation serta nonassertive assimilation, accommodation, dan separation. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan komunikasi kelompok aliran keagamaan minoritas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang melalui kegiatan rabtah sebagai modal sosial yang menjembatani interaksi komunikasi kepada kelompok mayoritas untuk menjaga perdamaian antarumat beragama. Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Sumber data penelitian ini diambil berdasarkan hasil studi literatur, observasi, dan wawancara kepada empat anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang dan dua orang dari pihak luar Ahmadiyah, terdiri dari satu orang Mubaligh atau pemuka agama dalam aliran Ahmadiyah, dua orang dari perwakilan kelompok keagamaan Ahmadiyah, satu orang anggota kelompok keagamaan Ahmadiyah, satu orang warga setempat, dan satu orang koordinator Persatuan Lintas Agama (Pelita). Hasil penelitian ini menunjukan adanya tabligh sebagai satu kesatuan dari rabtah yang digunakan JAI Semarang sebagai jembatan modal sosial dalam melakukan interaksi komunikasi dengan masyarakat mayoritas atau umat beragama lain untuk menjaga perdamaian antarumat beragama. Kegiatan rabtah dan tabligh yang dilakukan JAI Semarang mendapatkan respon positif dari masyarakat serta pihak yang berdinamika secara langsung untuk menjaga perdamaian anatarumat beragama.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Apr 2026 06:52
Last Modified: 22 Apr 2026 06:52
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39698
Keywords: co-cultural, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang, perdamaian, rabtah, social capital,

Actions (login required)

View Item View Item