PERSEPSI KOMUNITAS YOUTH GEREJA ALIRAN PENTAKOSTA DI SEMARANG TERHADAP LGBT DI MEDIA SOSIAL

BUDIANA, REVINA JOCELYNE (2026) PERSEPSI KOMUNITAS YOUTH GEREJA ALIRAN PENTAKOSTA DI SEMARANG TERHADAP LGBT DI MEDIA SOSIAL. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
22.M1.0018 - REVINA JOCELYNE BUDIANA-COVER _a.pdf

Download (890kB) | Preview
[img] Text
22.M1.0018 - REVINA JOCELYNE BUDIANA-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.M1.0018 - REVINA JOCELYNE BUDIANA-DAPUS_a.pdf

Download (805kB) | Preview
[img] Text
22.M1.0018 - REVINA JOCELYNE BUDIANA-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan wacana LGBT di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, yang berinteraksi dengan nilai-nilai religius yang dianut oleh komunitas youth gereja aliran Pentakosta. Pendekatan kualitatif dan perspektif Teori Resepsi Stuart Hall digunakan dalam penelitian ini, yang bertujuan untuk memahami bagaimana komunitas youth gerejamemaknai, menegosiasikan, serta merespons isu LGBT di tengah dinamika komunikasi digital dan ajaran iman Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan youth berusia 17–22 tahun yang berasal dari tiga gereja aliran Pentakosta di Semarang, yaitu Gereja Bethel Indonesia (GBI) Gajahmada, Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega(GBT KAO), dan International Full Gospel Fellowship (IFGF) Semarang. Penelitian ini juga memanfaatkan observasi non-partisipan, catatan lapangan, pra- survei awal, dan dokumentasi paparan konten LGBT di media sosial. Penggunaan berbagai sumber data ini bertujuan untuk melakukan triangulasi sumber, sehingga validitas dan kredibilitas temuan penelitian dapat diperkuat. Teori Resepsi Stuart Hall digunakan sebagai kerangka analisis utama untuk mengkaji proses pemaknaan terhadap konten LGBT yang dijumpai di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi youth gereja aliran Pentakosta terhadap isu LGBT tidak bersifat homogen, di mana sebagian besar informan berada pada posisi dominant-hegemonic dan negotiated. Pada posisi dominant-hegemonic, youth sepenuhnya menerima ajaran gereja yang memandang LGBT sebagai sesuatuyang tidak sejalan dengan nilai moral Kristen, sedangkan pada posisi negotiated, youth berupaya menyeimbangkan keyakinan religius yang mereka anut dengan nilai empati, toleransi, dan kehidupan sosial yang mereka temui melalui konten media sosial. Tidak ditemukan informan yang sepenuhnya berada pada posisi oppositional reading yang menolak ajaran gereja secara keseluruhan dan paparan media. Penelitian ini menegaskan peran aktif youth sebagai audiens mediayang secara kritis menafsirkan pesan berdasarkan ideologi religius, pengalaman pribadi, dan konteks sosial yang melingkupinya, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian ilmu komunikasi dalam memahami proses negosiasi identitas religius dan nilai moral youth di era digital, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi gereja dalam merumuskan strategi komunikasi yang lebihkontekstual.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Apr 2026 06:47
Last Modified: 22 Apr 2026 06:47
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39696
Keywords: persepsi, komunitas youth, gereja Pentakosta, LGBT, media sosial, teori resepsi, komunikasi digital

Actions (login required)

View Item View Item