KARTIKA, THERECITA NADYA MIRA (2026) CONNECTIVE ACTION PADA GERAKAN “17+8 TUNTUTAN RAKYAT” MELALUI MEDIA SOSIAL X. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.M1.0011 - THERECITA NADYA MIRA KARTIKA-COVER_a.pdf Download (969kB) | Preview |
|
|
Text
22.M1.0011 - THERECITA NADYA MIRA KARTIKA-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
22.M1.0011 - THERECITA NADYA MIRA KARTIKA-DAPUS _a.pdf Download (745kB) | Preview |
|
|
Text
22.M1.0011 - THERECITA NADYA MIRA KARTIKA-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Media sosial di saat ini telah menjadi ruang penting bagi terbentuknya gerakan sosial yang tidak lagi bergantung pada struktur organisasi formal, seperti gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” di media sosial X. Penelitian ini menggunakan teori connective action Bennett dan Segerberg serta konsep affective public dari Papacharissi untuk menganalisis dinamika gerakan sosial digital. Penelitian ini membahas bagaimana praktik connective action terbentuk dalam gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” melalui narasi, emosi, dan interaksi digital antar pengguna di media sosial X. Objek penelitian ini berupa tweet dan komentar pengguna media sosial X yang membahas tentang gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” pada rentang waktu 25 Agustus 2025 hingga 20 September 2025, dengan jumlah data 10 tweet terpilih dan 359 komentar dari pengguna media sosial X dengan latar belakang beragam, termasuk masyarakat umum, mahasiswa, dan influencer. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan fokus text mining dan teknik pengambilan data dengan studi dokumen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat yang bernama Instant Data Scraper dan analisis teks menggunakan alat yang bernama Voyant Tools untuk mengidentifikasi frekuensi kata, tema dominan, dan pola percakapan publik terkait gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” di media sosial X. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” merepresentasikan connective action dalam bentuk self organizing network, yang ditandai dengan tidak adanya kepemimpinan terpusat, adanya personalisasi ekspresi, dan kuatnya peran emosi publik (affective public) dalam membangun solidaritas dan mempertahankan partisipasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial X berfungsi sebagai infrastruktur utama gerakan sosial digital yang fleksibel, partisipatif dan terdesentralisasi pada gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat”. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kajian lintas platform dan analisis jaringan sosial pada penelitian selanjutnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 04:07 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39693 |
| Keywords: | Affective public, connective action, gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat”, text mining., text mining. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
