MODEL ORIENTASI KOMUNIKASI MAHASISWA SUKU AMUNGME DI KOTA SEMARANG

VOCALILY, MONICA SABDANI (2026) MODEL ORIENTASI KOMUNIKASI MAHASISWA SUKU AMUNGME DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.M1.0061 - MONICA SABDANI VOCALILY-COVER_a.pdf

Download (871kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0061 - MONICA SABDANI VOCALILY-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.M1.0061 - MONICA SABDANI VOCALILY-DAPUS _a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
21.M1.0061 - MONICA SABDANI VOCALILY-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (880kB)

Abstract

Mahasiswa suku Amungme di Kota Semarang menghadapi dinamika komunikasi lintas budaya secara akademik dan non akademik. Perbedaan latar bekalang budaya, norma sosial, dan kebiasaan memperngaruhi cara mahasiswa suku Amungme berkomunikasi di berbagai ruang sosial. Ruang sosial yang selalu bersinggungan dengan mahasiswa yakni tempat tinggal (kos, kontrakan, dan asrama), kampus, dan masyarakat. Setiap ruang sosial memberikan respon verbal dan non verbal yang berbeda ketika mahasiswa menghadapi perbedaan budaya. Lingkungan tempat tinggal berperan sebagai ruang interaksi sehari-hari yang paling intens dan mempengaruhi tingkat kenyamanan. Sementara lingkungan kampus menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan dengan norma akademik di lingkungan formal. Sedangkan komunikasi dengan masyarakat terjadi diruang publik yang menekankan kehati-hatian karena adanya streotip terhadap identitas mahasiswa suku Amungme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan orientasi komunikasi yang dihasilkan adalah asimilasi non asertif, akomodasi non asertif, dan akomodasi asertif dengan stategi strategi komunikasinya yaitu emphasizing commonalities, developing positive face, censoring self, averting controversy, increasing visibility, dispelling stereotypes, intragroup networking, utilizing liaisons, educating others, dan exemplifying strengths.Adapun kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa suku Amungme tidak menerapkan satu orientasi komunikasi secara konsisten, melainkan menyesuaikannya berdasarkan konteks dan situasi sosial.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Apr 2026 05:58
Last Modified: 22 Apr 2026 05:58
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39680
Keywords: orientasi komunikasi, suku Amungme, perbedaan budaya, kokultural

Actions (login required)

View Item View Item