ANALISIS ORIENTASI KOMUNIKASI JEMAAT GEREJA BAPTIS INDONESIA TLOGOSARI SEMARANG DALAM SENGKETA PENDIRIAN RUMAH IBADAH

NGALE, ANTONIUS JULIAN ONE (2026) ANALISIS ORIENTASI KOMUNIKASI JEMAAT GEREJA BAPTIS INDONESIA TLOGOSARI SEMARANG DALAM SENGKETA PENDIRIAN RUMAH IBADAH. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.M1.0050 - ANTONIUS JULIAN ONE NGALE-COVER_a.pdf

Download (821kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0050 - ANTONIUS JULIAN ONE NGALE-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.M1.0050 - ANTONIUS JULIAN ONE NGALE-DAPUS _a.pdf

Download (725kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0050 - ANTONIUS JULIAN ONE NGALE-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi komunikasi jemaat Gereja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari Semarang dalam sengketa pendirian rumah ibadat di lingkungan masyarakat dengan latar belakang agama mayoritas yang berbeda. Sengketa pendirian rumah ibadat merupakan persoalan yang kerap terjadi di Indonesia dan umumnya dipengaruhi oleh perbedaan pandangan, proses perizinan, serta relasi antara kelompok mayoritas dan minoritas. Dalam konteks ini, jemaat GBI Tlogosari diposisikan sebagai kelompok ko-kultural yang berinteraksi dengan kelompok dominan di lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan empat informan yang terdiri dari gembala sidang dan jemaat GBI Tlogosari, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori komunikasi ko-kultural dari Mark Orbe, khususnya konsep sembilan orientasi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh orientasi komunikasi ko-kultural muncul dalam praktik komunikasi jemaat GBI Tlogosari. Orientasi komunikasi yang dominan adalah asimilasi non-asertif, asimilasi asertif, dan akomodasi asertif. Jemaat cenderung menghindari konfrontasi terbuka, memilih jalur administratif dan hukum, serta membangun relasi sosial melalui komunikasi yang kooperatif. Sementara itu, orientasi komunikasi yang bersifat agresif dan separasi non-asertif tidak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa jemaat GBI Tlogosari mengedepankan kehatihatian, adaptasi sosial, dan upaya menjaga keharmonisan dalam menghadapi sengketa pendirian rumah ibadat.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:49
Last Modified: 21 Apr 2026 07:49
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39678
Keywords: orientasi komunikasi, teori ko-kultural, sengketa pendirian rumah ibadat, komunikasi antaragama, GBI Tlogosari.

Actions (login required)

View Item View Item