WIJILESTARI, MARGARETHA INDAH (2026) KEWAJIBAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PERAWAT DALAM DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT FATIMA KETAPANG. S2 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
25.C2.0061 - MARGARETHA INDAH WIJILESTARI-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
25.C2.0061 - MARGARETHA INDAH WIJILESTARI-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
25.C2.0061 - MARGARETHA INDAH WIJILESTARI-DAPUS _a.pdf Download (896kB) | Preview |
|
|
Text
25.C2.0061 - MARGARETHA INDAH WIJILESTARI-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Transformasi rekam medis elektronik (RME) menjadikan dokumentasi asuhan keperawatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan pelaksanaan langsung kewajiban hukum dan tanggung jawab profesional perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) pengaturan kewajiban hukum dan tanggung jawab profesional perawat dalam dokumentasi asuhan keperawatan melalui RME di RS Fatima Ketapang; (2) implementasinya; dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif-evaluatif, menggabungkan kajian normatif terhadap UU 17/2023, PP 28/2024, Permenkes 24/2022, dan KMK 425/2020 dengan data empiris melalui wawancara mendalam dan observasi non partisipatif di UGD, instalasi rawat jalan, dan instalasi rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pengaturan normatif dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku secara nasional dengan pengaturan internal rumah sakit yang masih berorientasi pada rekam medis kertas, sehingga belum mengatur secara memadai upaya pembuktian RME (TTE, integritas kronologi, koreksi ≤2×24 jam, tata laksana downtime dan re-entry, pembagian kewenangan vokasi–profesi). Implementasi menunjukkan kepatuhan prosedural terhadap alur sistem RME berbasis SDKI–SIKI–SLKI, namun kualitas substansi dan formalitas yuridis dokumentasi masih lemah, termasuk ketidakkonsistenan diagnosis–intervensi– luaran, penggunaan bahasa bebas, penyesuaian waktu pencatatan, koreksi saat downtime yang tidak terstandar, lemahnya kontrol akses dan audit trail. Faktorfaktor yang mempengaruhi meliputi substansi-struktur hukum, budaya organisasi, desain serta tata kelola SIMRS, komposisi dan beban kerja SDM. Disimpulkan bahwa kewajiban hukum dan tanggung jawab perawat dalam dokumentasi melalui RME belum sepenuhnya terlindungi oleh kerangka regulasi dan tata kelola rumah sakit, sehingga diperlukan harmonisasi regulasi internal, penguatan desain RME, dan peningkatan kompetensi yuridis teknologis perawat.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 06:39 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39483 |
| Keywords: | perawaT, hukum, rekam medis elektronik |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
