ROMADHONA, AULIA FEBRIANA (2026) PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN SIRKUMSISI PADA LAYANAN HOME CARE. S2 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C2.0108 - AULIA FEBRIANA ROMADHONA-COVER _a.pdf Download (761kB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0108 - AULIA FEBRIANA ROMADHONA-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C2.0108 - AULIA FEBRIANA ROMADHONA-DAPUS _a.pdf Download (814kB) | Preview |
|
|
Text
21.C2.0108 - AULIA FEBRIANA ROMADHONA-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (662kB) |
Abstract
Sirkumsisi merupakan tindakan medis invasif minor yang secara luas dilakukan pada anak, baik atas dasar medis, agama, maupun budaya. Seiring berkembangnya layanan kesehatan berbasis rumah (home care), praktik sirkumsisi semakin sering dilakukan di luar fasilitas kesehatan formal. Namun demikian, praktik ini menimbulkan persoalan hukum yang serius, khususnya terkait keselamatan pasien anak dan efektivitas perlindungan hukum yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengaturan hukum tindakan sirkumsisi dalam layanan home care, bagaimana perlindungan hukum bagi pasien yang mengalami komplikasi, serta bagaimana tanggung jawab hukum tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif kerangka perlindungan hukum pasien sirkumsisi telah tersedia melalui UndangUndang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta kode etik dan standar profesi medis. Namun, tidak terdapat regulasi teknis yang secara khusus mengatur standar pelaksanaan sirkumsisi berbasis home care, sehingga menimbulkan kekosongan norma dan lemahnya perlindungan hukum preventif. Penelitian ini menemukan bahwa perlindungan hukum terhadap pasien anak dalam praktik sirkumsisi home care cenderung bersifat represif dan reaktif, yang baru bekerja setelah terjadinya kerugian melalui mekanisme pidana, perdata, etik, dan disiplin profesi. Lemahnya pengawasan, ketiadaan standar operasional prosedur, rendahnya literasi hukum masyarakat, serta minimnya dokumentasi medis memperburuk posisi hukum pasien anak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum pasien sirkumsisi pada layanan home care di Indonesia masih belum efektif dan memerlukan penguatan regulasi preventif, pengawasan negara, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat untuk menjamin keselamatan dan hak anak sebagai pasien.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 05:49 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 05:49 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39461 |
| Keywords: | perlindungan hukum, sirkumsisi, home care, pasien anak, tanggung jawab hukum |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
