PRAKTEK NEGOSIASI DALAM SENGKETA MEDIS KASUS KEMATIAN PASIEN PASKA OPERASI SESAR DI RUMAH SAKIT KASIH HERLINA TIMIKA

SUTAN, EKAPRANA ADITYA (2026) PRAKTEK NEGOSIASI DALAM SENGKETA MEDIS KASUS KEMATIAN PASIEN PASKA OPERASI SESAR DI RUMAH SAKIT KASIH HERLINA TIMIKA. S2 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.C2.0089 - EKAPRANA ADITYA SUTAN-COVER_a.pdf

Download (825kB) | Preview
[img] Text
21.C2.0089 - EKAPRANA ADITYA SUTAN-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.C2.0089 - EKAPRANA ADITYA SUTAN-DAPUS _a.pdf

Download (789kB) | Preview
[img] Text
21.C2.0089 - EKAPRANA ADITYA SUTAN-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (712kB)

Abstract

Ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia sering memicu terjadinya sengketa medis, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dokter, komunikasi medis, serta ketepatan diagnosis dan tatalaksana. Dalam konteks budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai musyawarah dan kekeluargaan, penyelesaian sengketa medis kerap dilakukan secara nonlitigasi tanpa melibatkan proses peradilan. Berbagai mekanisme Alternative Dispute Resolution (ADR) dikenal dalam penyelesaian sengketa medis, antara lain mediasi, konsiliasi, dan negosiasi. Di antara mekanisme tersebut, negosiasi dipandang sebagai metode yang paling sederhana, fleksibel, serta selaras dengan nilai sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan negosiasi sebagai bentuk penyelesaian sengketa medis nonlitigasi pada kasus kematian pasien pascaoperasi sesar di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme dan tahapan negosiasi yang dilakukan antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien, menilai efektivitasnya dalam mencegah konflik berkepanjangan, serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip hukum kesehatan dan ADR. Selain sebagai sarana penyelesaian sengketa, kasus ini juga dianalisis sebagai pembelajaran penting bagi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien, komunikasi medis, pengawasan pascaoperasi, dan manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, dengan mengkaji norma hukum positif yang berlaku dan mengaitkannya dengan praktik penyelesaian sengketa di lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen rumah sakit, tenaga medis, dan keluarga pasien, serta studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Landasan hukum utama meliputi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses negosiasi di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika berlangsung secara damai tanpa melibatkan mediator eksternal, dengan kesepakatan yang bersifat moral dan administratif. Audit medis internal menemukan adanya kelalaian dalam aspek observasi dan respons terhadap keluhan pascaoperasi. Meskipun demikian, penyelesaian sengketa melalui negosiasi dinilai efektif dalam mencegah litigasi dan menjaga hubungan baik antara rumah sakit dan keluarga pasien. Lebih lanjut, kasus ini memberikan pelajaran penting bagi rumah sakit untuk melakukan perbaikan sistemik melalui penyusunan Hospital By Laws (HBL), Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan sengketa medis, serta penguatan budaya keselamatan pasien guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Graduate Program in Master of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 08 Apr 2026 05:36
Last Modified: 08 Apr 2026 05:36
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39458
Keywords: negosiasi, sengketa medis, malpraktik, Rumah Sakit Kasih Herlina Timika

Actions (login required)

View Item View Item