OTONOMI PEREMPUAN ATAS TUBUHNYA DALAM PERATURAN- PERATURAN HUKUM TENTANG ABORSI YANG BERLAKU DI INDONESIA

ULFA, LOVIA (2026) OTONOMI PEREMPUAN ATAS TUBUHNYA DALAM PERATURAN- PERATURAN HUKUM TENTANG ABORSI YANG BERLAKU DI INDONESIA. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
22.C1.0037 - LOVIA ULFA_cover.pdf

Download (849kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0037 - LOVIA ULFA_isi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
22.C1.0037 - LOVIA ULFA_dapus.pdf

Download (919kB) | Preview
[img] Text
22.C1.0037 - LOVIA ULFA_lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Aborsi merupakan isu hukum yang kompleks karena berada di persinggungan antara perlindungan kehidupan janin, keberlangsungan umat manusia, dan pengakuan atas otonomi perempuan atas tubuhnya. Di Indonesia, pengaturan hukum mengenai aborsi masih sangat dipengaruhi oleh paradigma moral dan religius yang menempatkan tubuh perempuan sebagai objek kontrol negara, dengan kriminalisasi sebagai kerangka utama. Meskipun peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, telah memberikan pengecualian terhadap larangan aborsi dalam kondisi kedaruratan medis dan kehamilan akibat kekerasan seksual, pengecualian tersebut tidak serta-merta mewujudkan otonomi perempuan atas tubuhnya karena masih dibatasi oleh berbagai persyaratan normatif dan prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aborsi dan otonomi perempuan atas tubuhnya serta mengkaji sejauh mana pengaturan hukum aborsi di Indonesia mencerminkan pengakuan terhadap pengalaman perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kritis-feminis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur hukum feminis yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara aborsi dan otonomi tubuh perempuan atas tubuhnya bersifat fundamental, namun tidak dapat dipahami secara sederhana melalui dikotomi pro-life dan pro-choice. Pendekatan feminis mengungkap bahwa keputusan aborsi lahir dari situasi dilematik yang kompleks, di mana perempuan harus mempertimbangkan kondisi ekonomi, pendidikan atau karier, relasi sosial, tekanan budaya, serta nilai dan keyakinan personalnya. Namun, pengaturan hukum aborsi di Indonesia belum sungguh- sungguh mewujudkan otonomi tubuh perempuan. Negara masih mempertahankan pola paternalistik melalui pembatasan waktu aborsi yang berlandaskan tafsir religius, persyaratan persetujuan pihak ketiga, prosedur administratif yang rumit, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta pengaturan khusus bagi korban kekerasan seksual yang justru berpotensi menimbulkan viktimisasi berlapis. Keseluruhan pengaturan tersebut menunjukkan bahwa tubuh perempuan masih diposisikan sebagai objek kontrol negara, sehingga pengakuan formal terhadap aborsi tidak berbanding lurus dengan pengakuan nyata atas otonomi perempuan atas tubuhnya.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 01 Apr 2026 05:33
Last Modified: 01 Apr 2026 05:33
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39441
Keywords: Aborsi, Otonomi Perempuan atas Tubuhnya, Hak Reproduksi, Feminisme, Teori Hukum Feminis, Pengaturan Hukum Aborsi

Actions (login required)

View Item View Item