ZAIN, MUHAMMAD RIZKY AULIA (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DAN STATUS HARTA HIBAH DALAM SENGKETA HARTA GONO-GINI PADA KASUS PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR : 2004/PDT.G/2024/PA.SMG). S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.C1.0115 - MUHAMMAD RIZKY AULIA ZAIN_cover.pdf Download (643kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0115 - MUHAMMAD RIZKY AULIA ZAIN_isi.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0115 - MUHAMMAD RIZKY AULIA ZAIN_dapus.pdf Download (834kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0115 - MUHAMMAD RIZKY AULIA ZAIN_lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Sengketa harta bersama (gono-gini) pasca perceraian kerap menimbulkan permasalahan hukum, khususnya terkait penentuan status harta hibah yang diperoleh selama masa perkawinan. Perbedaan penafsiran terhadap kedudukan harta hibah sering kali memicu konflik antara para pihak dan menuntut adanya pertimbangan hakim yang cermat serta berlandaskan pada ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menentukan status harta hibah serta menelaah kedudukan hukum harta hibah dalam sengketa harta gono-gini pada Putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor 2004/Pdt.G/2024/PA.Smg. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, doktrin hukum, dan yurisprudensi, serta didukung dengan wawancara kepada hakim Pengadilan Agama dan praktisi hukum sebagai data pelengkap. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menelaah fakta hukum dan pertimbangan hukum yang digunakan hakim dalam memutus perkara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 2004/Pdt.G/2024/PA.Smg menilai bahwa harta yang didalilkan sebagai hibah dari orang tua tidak serta-merta berkedudukan sebagai harta pribadi apabila tidak disertai dengan pernyataan hibah yang tegas dan pembuktian hukum yang sah. Dalam perkara a quo, objek sengketa diperoleh selama masa perkawinan dan didaftarkan atas nama suami dan istri, serta tidak terbukti adanya hibah yang secara jelas ditujukan kepada salah satu pihak. Oleh karena itu, hakim menyimpulkan bahwa harta tersebut tetap berkedudukan sebagai harta bersama yang wajib dibagi secara proporsional. Penelitian ini menegaskan pentingnya kejelasan pembuktian hibah dan konsistensi penerapan hukum dalam memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak dalam sengketa harta gono-gini.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 02:57 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 02:57 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39430 |
| Keywords: | harta hibah, harta bawaan, pertimbangan hakim, perceraian, putusan pengadilan |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
