DANARTA, T BAYU PURBA (2026) TANTANGAN DAN STRATEGI PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I KEDUNGPANE KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
19.C1.0049 - THOMAS BAYU PURBA DANARTA_cover.pdf Download (786kB) | Preview |
|
|
Text
19.C1.0049 - THOMAS BAYU PURBA DANARTA_isi.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
19.C1.0049 -THOMAS BAYU PURBA DANARTA_dapus.pdf Download (789kB) | Preview |
|
|
Text
19.C1.0049 - THOMAS BAYU PURBA DANARTA_lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Lembaga pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh pemerintah ditujukan untuk memberi wadah dan membina narapidana/warga binaan agar mereka mempunyai cukup bekal guna menyongsong kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana. sebagaimana tercantum pada Pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Metode pendekatan penelitian adalah metode kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis tentang sejauh mana tantangan dan strategi pembinaan narapidana di Lapas Kedungpane Semarang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pola pembinaan narapidana di Lapas Kedungpane Semarang bertujuan untuk rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pemulihan perilaku. Pembinaan dilakukan melalui dua cara: pembinaan kepribadian dan kemandirian. Pembinaan kepribadian, terutama dalam aspek keagamaan, menghasilkan peningkatan kesadaran beribadah yang dapat menurunkan angka residivisme. Pembinaan kemandirian melalui pelatihan vokasional membantu narapidana mandiri setelah bebas, meningkatkan peluang kerja, dan mengurangi risiko kriminalitas. Lapas ini menerapkan pendekatan edukatif, rehabilitatif, dan restoratif untuk mendukung narapidana berkontribusi positif setelah keluar dari penjara. Namun, Lapas Kedungpane menghadapi tantangan overkapasitas dengan sekitar 1300 narapidana, meskipun idealnya hanya 669. Ini menyebabkan ketidaknyamanan dan beban kerja yang tidak seimbang bagi petugas, menghambat program pembinaan. Fasilitas untuk pembinaan juga kurang memadai, seperti alat untuk pelatihan keterampilan. Meskipun kendala ini ada, Lapas Kedungpane berusaha memberikan pembinaan berarti melalui kerja sama lintas institusi dan pengoptimalan sumber daya, tetapi perlu usaha lebih untuk memperbaiki sarana dan sumber daya manusia agar tujuan pemasyarakatan tercapai. Penulis menyimpulkan bahwa pola pembinaan narapidana di Lapas Kedungpane Semarang telah berorientasi pada rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pemulihan perilaku melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian dengan pendekatan edukatif, rehabilitatif, dan restoratif. Saran Penulis mempertahankan pembinaan kepribadian terhadap narapidana di Lapas Kedungpane Semarang khususnya dalam aspek keagamaan yang sudah berjalan efektif dan mengembangkan keterampilan teknis terhadap narapidana agar nantinya keterampilan tersebut dapat dijadikan bekal untuk mencari pekerjaan setelah narapidana kembali ke dalam masyarakat dan memperluas atau membangun blok-blok baru di Lapas Kedungpane Semarang agar nantinya tidak terjadi overkapasitas dan menambah SDM di Lapas Kedungpane Semarang agar jumlah petugas dengan narapidana seimbang, menambah sarana dan prasarana pembinaan di Lapas Kedungpane Semarang dan mempertahankan pendekatan pembinaan yang komprehensif.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 07:27 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 07:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39418 |
| Keywords: | Pembinaan, Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
