MARCELLINO, RONALD and HARTANTO, LUCAS (2026) ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI DITINJAU DARI ASPEK WAKTU DAN BIAYA. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
19.B1.0002 - RONALD MARCELLINO INDRO B - 19.B1.0031 - LUCAS HARTANTO - COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
19.B1.0002 - RONALD MARCELLINO INDRO B - 19.B1.0031 - LUCAS HARTANTO - ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) |
||
|
Text
19.B1.0002 - RONALD MARCELLINO INDRO B - 19.B1.0031 - LUCAS HARTANTO - DAPUS_a.pdf Download (841kB) | Preview |
|
|
Text
19.B1.0002 - RONALD MARCELLINO INDRO B - 19.B1.0031 - LUCAS HARTANTO - LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Sektor konstruksi di Indonesia secara umum menghadapi tantangan yang kompleks dan tingkat ketidakpastian tinggi, yang secara rutin menyebabkan deviasi signifikan pada jadwal (keterlambatan) dan anggaran (pembengkakan biaya). Untuk mengelola risiko sistemik ini, penelitian yang berfokus pada identifikasi dan mitigasi risiko menjadi esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko spesifik, menentukan faktor dominan, dan merumuskan strategi penanganan yang efektif dalam konteks proyek konstruksi Z kota X sebagai studi kasus. Metode penelitian ini mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner skala likert untuk mengukur tingkat kemungkinan (probability) dan tingkat dampak (severity), sementara data kualitatif dan expert judgment diperoleh dari wawancara mendalam dengan Direktur Kontraktor dan Project Manager. Analisis dilakukan menggunakan Importance Index (ImpI) dan matriks tingkat risiko untuk klasifikasi, dan strategi mitigasi dirumuskan dengan Bowtie Analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga (3) risiko terklasifikasi Ekstrem yang paling dominan dan kritis adalah: 1) Kurangnya ketersediaan tenaga kerja ahli (SDM) (ImpI 70,2%), 2) Manajemen, koordinasi, dan komunikasi yang buruk (ImpI 60,68 – 61%), dan 3) Keterbatasan dan keterlambatan material (ImpI 53,2%/Tinggi). Risiko SDM ditetapkan sebagai prioritas tertinggi karena skor ImpI-nya menunjukkan potensi kerugian gabungan terbesar. strategi mitigasi yang dihasilkan melalui Bow tie analysis memberikan rekomendasi berlapis, mencakup tindakan pencegahan (preventive barriers) (misalnya, perencanaan kebutuhan SDM yang detail) dan tindakan pemulihan (recovery barriers) (misalnya, crisis meeting Project Manager dan pembelian material darurat). Kesimpulan ini menekankan bahwa kerentanan proyek di Indonesia sering berakar pada masalah internal manajemen sumber daya dan komunikasi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 500 Science 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 06:54 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39395 |
| Keywords: | risiko konstruksi, Importance Index, matriks tingkat risiko, Bow Tie Analysis, mitigasi, studi kasus |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
