BUANA, YOHANES BINTANG (2026) GEDUNG PUSAT SENI PERTUNJUKAN TEATER BOROBUDUR. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.A1.0033 - YOHANES BINTANG BUANA_cover.pdf Download (668kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0033 - YOHANES BINTANG BUANA_isi.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text
20.A1.0033 - YOHANES BINTANG BUANA_dapus.pdf Download (765kB) | Preview |
|
|
Text
20.A1.0033 - YOHANES BINTANG BUANA_lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (770kB) |
Abstract
Candi Borobudur sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO dan destinasi wisata super prioritas Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan seni dan budaya berskala global. Namun, kawasan ini masih belum memiliki fasilitas teater dalam ruangan yang representatif untuk mengakomodasi pertunjukan seni lokal maupun internasional. Kondisi tersebut menimbulkan urgensi pembangunan Gedung Pusat Seni Pertunjukan Teater Borobudur yang mampu menjawab kebutuhan fasilitas budaya, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam memperkuat citra Borobudur sebagai destinasi wisata budaya internasional. Permasalahan utama yang diangkat dalam proyek ini adalah bagaimana merancang pusat seni pertunjukan yang selaras dengan lanskap serta arsitektur lokal Borobudur, menghadirkan ruang multifungsi yang fleksibel, dan mampu berintegrasi dengan kondisi alam tropis tanpa mengorbankan fungsionalitas bangunan. Pendekatan arsitektur Neo-Vernakular dipilih sebagai dasar konseptual, dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal melalui penggunaan material tradisional, bentuk atap terinspirasi rumah joglo, dan detail arsitektur khas Borobudur. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan teknologi modern seperti system akustik canggih, pencahayaan teater standar internasional, serta teknologi ramah lingkungan berupa ventilasi alami, panel surya, dan system pengelolaan air hujan. Gedung ini dirancang sebagai fasilitas seni pertunjukan berskala internasional dengan ruang teater utama berkapasitas besar, ruang multifungsi, galeri seni, hingga area publik yang mendukung kegiatan budaya. Selain menjadi pusat hiburan, Gedung ini juga difungsikan sebagai ruang edukasi, pelestarian budaya, dan wadah ekspresi seniman lokal. Keunikan proyek ini terletak pada pendekatan kontekstual yang menghadirkan harmoni antara tradisi dan modernitas di kawasan bersejarah, berbeda dengan Gedung pertunjukan pada umumnya yang berlokasi di pusat urban. Dengan demikian, Gedung Pusat Seni Pertunjukan Teater Borobudur tidak hanya akan menjadi ikon arsitektur baru di kawasan Magelang, tetapi juga simbol integrasi antara warisan budaya, pariwisata, dan inovasi arsitektural berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 05:11 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 05:11 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39386 |
| Keywords: | Arsitektur Neo-Vernakular, Borobudur, Pusat Seni Pertunjukan, Budaya, Teater. |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
